Tidak Terperhatikan

Pengakuan Tetangga Tersangka

DEWI

Beberapa orang bisu, tersebut memang sering berkumpul di tempat kos di daerah Piliang, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh. Lena dan Alfi diduga tetangganya merupakan suami istri. Tetangga tidak begitu peduli, karena sulitnya berkomunikasi dengan tersangka.”Mereka memang sering berkumpul. Apalagi kalau malam minggu dan tahun baru mereka banyak. Kalau berbicara tidak jelas, dan memakai bahasa isyarat,” jelas Dewi salah satu tetangga tersangka.

Menurut Dewi kumpulan orang bisu itu, telah cukup lama tinggal didaerah sana. Dirinya dan tetangga lain tidak menyangka orang-orang tersebut mau membunuh orang lain. “Kalau berkumpul mereka, sering pakai handphone. Hanya untuk short Massage Service (SMS) saja mungkin,” imbuh tetangga lain senyum. Ketika ditanyakan mengenai pekerjaannya, tetangga itu hanya mengetahui mereka punya pekerjaan macam-macam. “Ada yang ngaku tukang perabot, jualan dipasar, kerja sama orang, dan lain-lain,” ujar Dewi. Dalam keseharian bertetangga, kumpulan orang bisu itu dikenal cukup baik.Anak-anak muda itu, lebih akrab sesama bisu dibandingkan dengan tetangganya yang lain. (abk)

Yon

Menurut Yon, salah satu dari tersangka sangat pandai bermain kartu koa. Permainan berupa kartu bergambar itu sering dimainkannya bersama masyarakat sekitar kampung mereka di Batang Tabik. “Kalau mau main pakai, kode-kodean. Bicaranya sering pakai isyarat, karena tidak begitu jelas,” tutur pria yang juga wartawan media mingguan itu. Selama kenal Yon, menyebutkannya mudah tersinggung. “Kalau dia dibawah tangan (gilaran kedua-red), kartunya mati maka dia akan marah. Maunya dia diatas tangan orang yang mengalahkannya itu,” ungkap Yon. Kejadian yang paling dikenal Yon ketika Muslifa yang bekerja di toko pembuatan alat perabot itu, tangganya luka terkena kampak. “Tangannya yang hampir putus itu, dijahit sendiri pakai benang nilon. Untuk menahan sakit dia gigit handuk kuat-kuat,” tutur Yon bergidik. Tetapi keluarga Muslifa akhirnya membawanya kerumah sakit, untuk mencegah infeksi. (abk)

– Membunuh Dalam Diam
– God Father Tuna Rungu
– Kejadian Unik Perdana

 

 

//

May 6, 2009