Siak Sri Inderapura, Benar Melayu Sebenarnya

Kabupaten Siak Sri Inderapura, Kepualauan Riau tidaklah begitu luas. Namun bisa dibilang besar karena beragam suku, agama dan banyak kegiatan besar digelar disana.

Dalam pertemuan pemimpin redaksi Riau Pos Group, kami diajak melihat keseriusan daerah yang dipimpin Samsuar membangun pariwisata.

Negeri istana, mereka menyebut daerah di pinggir sungai Siak tersebut. Daerahnya bergambut, sungainya tidak jernih, suasananya kering. Kalau dari Kota Pekanbaru pusat ibukota Provinsi Riau, sekitar 2 – 3 jam lamanya.

Namun terlihat kekuatan pemerintah daerah dan masyarakatnya tidak takluk dengan kekurangan yang ada. Daerahnya disulap jadi tempat kunjungan menarik. Peninggalan sejarah dan pemerintah sebelumnya diberdayakan. Istana memuat berbagai kekayaan sejarah, masyarakat bisa masuk melihat dan berfoto disana.

Isi istana benda-benda bersejarah yang tidak akan bisa dilihat di tempat lain. Tempatnya luas, sejuk dan rapi. Tidak jauh dari situ terlihat pusat souvenir, disusun apik dan menarik. Kecil, namun itu membuat wisatawan tidak perlu jauh – jauh berjalan. Tidak jauh juga dari tempat itu terdapat daerah pecinan (China town). Semuanya gedung – gedung tua di cat merah dengan ornamen berbagai warna menarik lainnya.

Ritual keagamaan masyarakat Pecinan disana masih terjaga terdapat klenteng dan baru – baru ini diresmikan vihara disana. Di sebelah Pecinan membentang sungai yang sangat luas. kabarnya kapal – kapal besar internasional dulu lewat di sana. Memang airnya tidak jernih, karena sekelilingnya terdapat lahan gambut.

Pinggiran sungai di dam. Di pinggir sungai terdapat jalan – jalan aspal licin bersih. Untuk tempat wisatawan, terdapat dermaga apung. Bagi wisatawan inilah tempat favorit, berfoto disini sangatlah menarik.

Bupati Kabupaten Siak Sri Inderapura, Syamsuar nampak sangat bersemangat. Bercerita tentang daerah yang akan dijadikan pusat melayu ” Truth Malay” . Kegiatan besar, seperti Kemah Budaya Nasional IV dan kegiatan olahraga menggunakan venue bekas Pekan Olahraga Nasional (PON) beberapa tahun lalu digelar pemerintah kabupaten. Jembatan siak juga patut sebagai tempat kunjungan wisatawan. Jembatan dengan tiang – tiang besar dan kalau jadi bisa menikmati restoran di puncak – puncak tiang jembatan. “Kabarnya lift saja yang bermasalah, karena menggunakan magnet. Jadi masyarakat takut,” sebut salah satu orang Riau menjelaskan tentang restoran di puncak jembatan

Datanglah ke Siak Sri Inderapura, anda akan melihat kekuatan besar pariwisata dan semangat kebudayaan dalam kebersamaan. (*)



//

June 9, 2015

Tags: ,