Panen Durian di Dangau Limapuluh Kota

Ada yang menarik, ketika memasuki kabupaten Limapuluh Kota, dari daerah Padang.
Sepanjang jalan banyak pondok kecil yang disebut dangau durian oleh penduduk berdiri di tepi jalan. Durian tersebut ditawarkan dengan harga bervariasi. Bukan hanya durian
yang ditawarkan, tetapi tempat duduk lesehan nyaman untuk menikmati durian merupakan service sendiri bagi penikmat durian disini.

Penjual durian seperti itu banyak di daerah Piladang Kecamatan Koto Tangah Batu Hampar. Menurut pengakuan seorang penjual durian, Neli (25) penjualan durian dengan sistim seperti itu telah dilakukan penduduk Piladang bertahun-tahun. “Setiap musim durian, dangau durian ini banyak berdiri.Umumnya durian disini diminati orang yang lalu lalang,terutama berasal dari luar daerah,” tutur Neli di dangau duriannya ketika hendak ditanyakan harga duriannya itu

Terlihat di dalam pondok Neli yang ditemani adiknya Pipit (23) beberapa durian yang telah ranum. Durian tersebut dijual dengan harga Rp 8000-Rp15000 tergantung ukurannya. “Ini durian bagus, isinya tebal. Diambil ketika telah jatuh dari pohonnya,” tuturnya sambil memilihkan durian yang terbaik untuk dimakan. Neli merupakan salah satu dari puluhan pemilik dangau durian di Limapuluh Kota. Menjual durian baginya merupakan sambilan jika hanya musim durian. Pekerjaan utama ibu rumah tangga dengan tiga orang anak itu, pada pabrik kerupuk merah di Piladang.

Pekerjaan itu dilakoninya bersama suaminya. Menurut penjual durian perdana pada musim itu, selain menjual durian dan bekerja di pabrik kerupuk, biasanya Ia ikut bersama orgen tunggal. “Hampir setiap minggu Awak (panggilan kedirinya-red) pergi nyanyi dengan orgen. Tapi jika
durian banyak saya tidak mau pergi dengan orgen untuk menyanyi,” jelasnya sambil menggendong anak kecilnya.

Penjual durian dan juga penyanyi orgen itu biasa berjualan dari pukul 07.30 sampai malam hari pukul 23.00 WIB. Neli biasa membeli durian di Durian Gadang atau Sungai Cubadak
tidak jauh dari daerah tersebut.”Biasanya disana harganya memang lebih murah, tetapi untuk kesana kita harus berjalan kaki langsung keladangnya,” terang Neli.

Dalam penjualan itu Neli membeli durian seharga Rp 100 ribu perhari. Dengan uang sebanyak itu Ia mendapatkan durian sebanyak 15-20 buah. Keuntungan satu hari diakui Neli hanya Rp25 ribu. “Untungnya kecil, tergantung juga kadang-kadang pembelinya tidak menawar harga ataupun memberikan kembaliannya, jadi untungnya bertambah,” jelasnya sambil membelah durian dengan sigap. (abk)

 

* Berita pada tahun 2006 dan relevan sampai sekarang


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

July 17, 2015