Berita yang Direncanakan Ala Zaili Asril

Awalnya ketika mendengar Sutan Zaili Asril menyampaikan harus ada perencanaan berita untuk hari besok, bulan besok dan tahun besok, kami reporter baru terperangah. Masa harus direncanakan, berita kan menyampaikan yang ada. Kok harus direncanakan.

Tanpa rencana menurut kami reporter lebih enak. Contoh saja, teman yang berposko di kepolisian, suatu hari tidak memberitakan apa – apa, karena tidak ada laporan masyarakat (LP) ataupun kejadian kriminal. LP kosong, berita kosong, laporan selesai bos !..hehehe. Kalau di bidang olahraga ada pertandingan bola ternyata ditunda. Laporannya sederhana, pertandingan tiada, berita tidak ada, laporan selesai pak korlip. Yihaaa…. Kalau posko di DPRD, semua anggota DPR reses, beritanya habis, tunggu mereka pulang. Hore libur.

Jawaban koordinator liputan di kantor ternyata berbeda. Itu berita, harus dibikinkan juga. Jika LP atau tindak kriminal tidak ada, buat saja Padang aman tentram. Kalau pertandingan tiada dibuatkan kenapa itu bisa terjadi?. Ternyata memang harus seperti itu, Memangnya besok koran bisa tanpa berita dan foto?.

Berita bisa direncanakan dengan pembagian sebagai berikut :
1. Kejadian berulang seperti peringatan hari besar, ulang tahun daerah atau lembaga. Susun saja dalam kalendar, nyaris setiap tanggal memiliki hari penting.
2. Efek dari kejadian yang berdampak seperti kenaikan harga BBM, inflas, bencana alam, program kerja lembaga. Ini tidak bakal habis – habis setiap harinya.
3. Agenda setting. Persoalan yang dianggap tidak benar dan selalu terjadi. Seperti masyarakat buang sampah seenaknya, atau tidak pakai helm ketika berkendara, atau fenomena suap ketika ditilang, tarif parkir. Banyak persoalan belum selesai di negeri ini perlu dibahas dan diberitakan terus menerus.
4. Kebutuhan perusahaan seperti berita publikasi acara atau lembaga. Tentu ini kaitan dengan marketing dan pemasaran, namanya pariwara atau advertorial, ada juga menyebutnya iklan berita.
5. Berita by accident atau berita yang ada karena rahmat Tuhan. Tiba – tiba saja, ada yang bahan berita seperti ada keramaian di sebuah toko ternyata ada pencurian.
Sutan Zaili Asril Tutup Usia

Zaili Asril atau akrab dipanggil dengan pak Sutan, Senin 11 Januari 2015 tengah malam lalu dipanggil Allah SWT. Tokoh pers yang malang melintang di beberapa daerah dan berbagai media tersebut tutup usia 60 tahun.

Ratusan orang dari berbagai kalangan seperti kepala daerah, tokoh masyarakat, kalangan pers, masyarakat sekitar dan siswa datang melayat ke rumah duka di daerah Lubuk Buaya Padang, sebelum dikuburkan di daerah Kiambang, Kabupaten Padang Pariaman. Mereka ikut melepas kepergian penulis kolom Cucu Magek Dirih di Harian Padang Ekspres.

Dalam beberapa diskusi bersama beliau, mungkin banyak orang sepakat Zaili Asril mempunyai visi yang luas dan jangka panjang. Beliau selalu berfikir untuk berkarya. Ia juga berusaha mengembangkan usaha yang dipimpinnya dalam berbagai bidang. Sungguh beruntung bisa mengenal dan menyerap pengalaman dari Sutan Zaili Asril.

Tidak hanya dalam usaha, dalam pendidikan Sutan Zaili Asril, juga sosok yang pantang menyerah dalam pendidikan. Hingga akhir hayatnya juga masih tercatat sebagai mahasiswa magister IAIN Imam Bonjol.

Salam hormat, semoga karya dan pengabadiannya tetap kekal dan menjadi ladang amal bagi beliau. Selamat jalan pak Sutan. Padang.



//

January 13, 2016

Tags: