Jangan Panggil Saya Abenk

Nama saya Tandri Eka Putra. Namun sering dipanggil abenk.

Berbagai kisah diperkirakan orang lain tentang panggilan abenk. Mungkin singkatan dari anak bengkulu?. anak bengkel?. Ada juga yang memperkirakan karena nama Tandri itu mirip dengan Tanri Abenk, mantan menteri yang digelari direktur satu miliar.

Hal yang sama juga pernah didoakan seorang guru magang ketika SMA 5 Padang dulu. “Mudah-mudahan kamu menjadi seperti Tanri abenk”, sebutnya ketika usai dijahili teman – teman dan saya. hehehe

Sebenarnya bukan itu dasarnya. Nama abenk berasal dari plesetan “abang”. Ketika sekolah dasar, kami bersaudara berada dalam satu sekolah. Ada panggilan “kakak” untuk Uni Rini, sebagai anak pertama dan panggilan “Adek” untuk Rici sebagai anak terakhir dan yang panggilan “abang” untuk saya anak kedua dan sekaligus anak pertama laki-laki. Yang manggil itu namanya “Aie” singkatan nama panjangnya saja.

Karena waktu sekolah dasar saya berbadan kecil, teman-teman yang manggil “abang” protes. Mereka lalu mereka ganti manggil “abenk”. Namun setelah beberapa tahun di SLTP badan saya meninggi, hingga melebihi standar anak cowok waktu itu ada juga yang tetap memanggil abang hingga kini. Namun tetap ada juga yang manggil “abenk” karena ketika SLTP dan SLTA itu baru diketahui ternyata nama itu mirip dengan nama menteri yang terkenal itu. Kira – kira kejadiannya tahun 1990 – an gitu.

Hingga sekarang ada juga yang tetap manggil “Abang” ada yang manggil “Tandri” ada juga singkatannya saja “Tan” Sedikit yang manggil “Eka” dan “Putra”. Terserah sajalah

Sekarang saya agak risih dipanggil “abenk”. Ndak tahu kenapa, kayaknya pasaran. Ada namanya bambang dipanggil “abenk” juga. . Sebagian saya tahu, nama aslinya Bambang dipanggilnya abenk, ada nama aslinya Fahruddin, dipanggil abenk. Ada pula namanya Ridho dipanggil abenk. Sebagian lagi saya tidak tahu, nama aslinya. Ketika ketemu orang lain, salaman namanya juga “abenk”. Tidak ada yang salah, saya saja risih. Nah…….apa mesti dibuat persatuan “abenk – abenk”???

Nama Tandri kayaknya lebih keren sekarang. Cocok juga dengan gelar adat waktu menikah, “Marah Bagindo Sutan” sebagai orang asal Ranah, Kota Padang dengan suku Tanjung, pemberian dari mamak, Agus Zahar Tanjung. Mamak yang datang setelah puluhan tahun meninggalkan Kota Padang. Tanri, Tan, Sutan.. Rancak dan lamak lah kedengarannya.

Tandri, Sebenarnya nama berupa harapan dari orang tua. Tandri merupakan seorang tokoh di zaman Bapak muda di Kota Palembang. Nah…. jauh kan dari Kota Padang, tempat kelahiran dan besar. Nantilah kapan-kapan kita cerita tentang nama Tandri dan harapan itu….



//

March 17, 2016

Tags: , ,