Pariwisata Bagian dari Digital Journalist (Digital Tourism)

Industri Pariwisata dan Dunia Digital (pic from slideshare)

Industri Pariwisata dan Dunia Digital (pic from slideshare)

Secara pribadi ketertarikan terhadap pariwisata, adalah ketika Menpar, Arief Yahya berbicara bahwa pariwisata harus Go Digital. Cerita ini diteruskan dengan pembentukan Generasi Pesona Indonesia (GenPI) yang akan menjadi laskar digitalnya. Selain itu telah disiapkan platform M17 di lantai 17 Gedung Sapta Pesona Kemenpar untuk membantu memberikan data pantauan pariwisata.

Digital menjadi kabar pertakut bagi bisnis media, walaupun sebenarnya rasa takut yang tidak bisa dilawan. Bukankah jika kita takut ujung pedang pergilah ke gagangnya. Lihat sendiri bagaimana gagang itu diatur. Ingat jika pedang tetap bermata dua, bisa menghabisi dan bisa membantu.

Aplikasi Wisata (foto dari e tourismfrontiers.com)

Aplikasi Wisata (foto dari e tourismfrontiers.com)

Digitalisasi di Pariwisata

Dunia pariwisata Indoensia, salah satu yang memilih digital sebagai “senjata” membantu. Digital baik, blog, media sosial maupun media online diajak untuk membantu dunia pariwisata Indonesia. Jika tidak tentu saja energi yang besar ini, mencari arah sesuai kondisi yang berkembang.

Ketika sesuatu dianggap baik secara dunia maya, semua mengarah ke sana. Berlawanan jadi musuh bersama, jika dianggap benar kembali jadi teman. Aneh, putarannya terasa cepat.

Jurnalistik Digital Wisata

Banyak yang bilang pariwisata adalah bagian dari ekonomi, ada juga yang bilang pariwisata adalah bagian dari bisnis. Namun saya bilang, pariwisata adalah bagian dari jurnalistik digital (Digital Journalist). Kalau kita boleh memberikan kategori ini kategorinya, adalah “Digital Tourism” Bukankah hiburan berupa keindahan dan kemeriahan bagian dari peran media di Indonesia. Check lagi.

oleh : Tandri Eka Putra @abenk138, Pemimpin Redaksi www.padek.co dan koordinator GenPI Sumbar

 

 




November 19, 2016

Tags: ,