Mapala Unand Mendidik Tanpa Kontak Fisik

Lewat pukul 21.00 pada Jumat (3/2) malam, Rektor Universitas Andalas (Unand), Tafdil Husni datang ke lokasi pendidikan dasar Mapala Unand di daerah Kepala Hilalang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Kedatangan rektor yang tiba-tiba ini, bertujuan untuk melihat secara langsung bagaimana Mapala Unand melaksanakan pendidikan dasar. Maklum, sejak kasus Mapala UII, kegiatan pencinta alam memang disorot secara nasional.
Rektor Unand mengaku tidak mau kecolongan, sehingga memantau secara langsung kegiatan itu. “Saya tidak mau latah membekukan kegiatan Mapala Unand, tapi saya harus tahu seperti apa kalian melakukan pendidikan dasar itu,” ungkap Tafdil menjelaskan salah satu alasannya meninjau pelaksanaan kegiatan tersebut.
Untuk mencapai lokasi pendidikan, di kaki Bukit Kumango, rektor harus berjalan kaki, mendaki bukit sekitar satu jam. “Saya sudah lama juga tidak olahraga, sehingga agak sedikit ngos-ngosan juga mendaki bukit ini,” ujar pencinta olahraga tenis ini. Di lokasi pendidikan, rektor disambut oleh Komandan Lapangan Pendidikan Dasar Mapala Unand, Hafiz Putra. Kepada rektor, Hafiz menerangkan aktifitas peserta pendidikan, mulai dari acara pembukaan hingga istirahat bivak ponco di kaki Bukit Kumango.
Saat rektor sampai di lokasi, seluruh peserta pendidikan sudah istirahat, karena salah satu aturan dalam pendidikan dasar Mapala Unand, para mahasiswa sudah harus istirahat dan tidak diperkenankan lagi berkegiatan. Selain komandan lapangan PDM Unand, rektor juga mendapat penjelasan dari Ketua Mapala Unand, EE Sucipta.
Kepada rektor, mahasiswa yang sedang merampungkan skripsi di fakultas teknologi informasi ini menjelaskan proses keanggotaan Mapala Unand. Di mana pendidikan dasar adalah langkah awal bagi seseorang untuk bergabung dengan Mapala Unand, jika mereka lulus dalam pendidikan dasar ini, calon anggota harus mengikuti 8 tahapan, mulai dari ekspedisi, ujian keanggotaan, hingga wawancara keanggotaan, jadwal proses keanggotaan ini berlangsung selama satu tahun. Dengan pola seperti itu, Mapala Unand mendapatkan anggota yang berkualitas, baik secara mental, maupun secara prestasi.
Tafdil memberi apresiasi yang besar usai mendengarkan penjelasan dari komandan lapangan dan ketua Mapala Unand, namun rektor tak mau menerima begitu saja. Orang nomor satu di Universitas Andalas ini memeriksa kondisi siswa satu per satu, rektor juga memeriksa bivak/kemah yang dibuat siswa untuk bermalam. Tafdil merasa puas dengan kondisi yang dilihatnya, karea sesuai dengan SOP yang diberikan pengurus Mapala Unand, saat mengurus proses perizinan kegiatan PDM ini.
Usai memeriksa kondisi siswa, rektor unand memberikan arahan kepada intruktur yang mendampingi siswa selama pendidikan. Kepada anggota Mapala Unand yang hadir, rektor mengintruksikan agar para instruktur memperhatikan kondisi mahasiswa. Rektor juga bangga saat mendapat penjelasan bahwa di Mapala Unand tidak pernah terjadi tindakan fisik (tampar, tempeleng, tendang, tinju) dari instruktur kepada siswa, atau dari senior kepada juniornya.
Selain memberi arahan, rektor juga ikut menyeruput kopi panas dan hidangan ubi bakar yang menjadi menu cemilan bagi instruktur yang bertugas jaga malam. Mendekati tengah malam, rektor meninggalkan lokasi pendidikan. Pada kunjungan ke lokasi pendidikan ini, rektor didampingi oleh Wakil Rektor 3 Unand, Hermansah dan pembina Mapala Unand, Wilson Novarino.




March 19, 2017

Tags: