Keris Bali Tetap Sakral

Senjata tradisional khas Bali, keris memiliki bentuk sendiri. Fisiknya lebih panjang menyerupai pedang. Senjata pahlawan nasional I Gusti Ngurah Rai ini, tetap sakral hingga kini.

“Awalnya saya berdagang kain bekas, namun karena banyak yang menyarankan maka saya pindah ke usaha keris,” sebutnya Bapak I Made Dana. Beliau memulai usahanya sejak tahun 1977.

I Made Dana, salah satu pengrajin keris Bali memerlihatkan keris buatannya

Di Galeri sederhana miliknya terdapat panjangan keris bali berbagai ukuran dan ukiran. Gagang keris juga memiliki beberapa model. Selain keris, juga terdapat buku- buku tentang keris. Setiap pengunjung bisa dengan bebas melihat pajangan.

“Kalau ada yang diminati, ya silakan,” sebut bapak paruh baya itu dengan logat Bali.

Keris Bali memiliki perbedaan pada ukuran dan ke khasan dalam upacara pembuatannya

Keris Bali berukuran lebih besar dengan panjang sekitar 40 cm. Pengrajin keris Bali biasanya menggunakan besi yang ditempa dari Madura atau Solo. Sedangkan gagang kayu, berasal dari Sumba atau Lombok. “Pengerjaan selanjutnya, bentuk, ukiran saya buat sendiri,” terangnya.

Keris Bali memiliki perbedaan pada ukuran dan ke khasan dalam upacara pembuatannya

Selama ini, keris Bali termurah biasa dijual dengan harga 500 ribu dan Pak Made, pernah jual keris dengan harga 25 juta rupiah. Kalau pemasaran keris Bali, tidaklah sulit, sebab selalu terpakai saat upacara adat bagi masyarakat Bali.

Keris Bali memiliki perbedaan pada ukuran dan ke khasan dalam upacara pembuatannya

Pak Made Dana, juga bisa menerima pesanan. Untuk membuat keris Bali, tidaklah mudah karena harus mengikuti beberapa persyaratan waktu pembuatan dan upacara adat.

Jika anda berminat bisa langsung datang ke galeri Oemah Keris yang bertepatan dengan pintu gerbang, yayasan Bali Purnati, Gianyar, Bali. (*)



April 10, 2018

Tags: , ,