Sosialisasi Caleg di Dunia Digital

Sosialisasi Caleg di Dunia Digital

Jelang kampanye Pemilu 2019, beberapa calon legislatif mulai mengaktifkan akun media sosial. Ranah pertemanan dan follower mulai bertambah signifikan. Pertemanan lama yang dulunya sepi, kini mulai terajut silahturahmi. Saling like, follow dan comment.

Postingan menarik, mengundang simpati dan decak kagum, nyaris hadir di setiap kesempatan. Kita di dunia maya makin ramai, di sela – sela perang antar pendukung capres. Eh.

Sebagian ada juga menggunakan jasa iklan aplikasi medsos. Penguasaan akun juga bervariasi.

Sambil minum kopi minggu, kita diskusi. Mudah – mudahan ada informasi baik bisa diambil. Kita mulai dari perlunya mengelola medsos. Selain sarana lain, seperti media ruang, media cetak, online, radio, tv dan tatap muka, medsos dinilai sebagai sebagai sarana sosialisasi baik. Capaian orang dalam bentuk akun yang banyak, wilayah luas, waktu yang singkat dan biaya murah. Kalau dibandingkan dengan keliling rumah ke rumah, mungkin tidak cukup dari segi waktu.

Tentang penguasaan akun mana yang lebih baik dipegang sendiri atau admin yang ditunjuk. Pilihlah berdasarkan kebutuhan. Jika pribadi akan lebih mudah memahami, langsung bisa bereaksi seperti di dunia nyata. Kurangnya, waktu terporsir hanya pada dunia maya. Admin yang ditunjuk bisa juga, lebih baik dari foto, tulisan ataupun menanggapi komentar. Admin ditunjuk, mempunyai waktu maksimal di medsos, emosi bermedsos lebih terjaga. Komunikasi antar admin dan pemilik akun, kunci pentingnya.

Para admin, juga harus mampu meniru karakter pemilik. Perlu diciptakan kesepakatan bersama ketika bereaksi di jaga media, menanggapi komentar atau pertanyaan. Perlu juga respon yang berhati – hati agar tidak menggerus simpati netijen.

Interaksi pada akun caleg biasanya mirip – mirip saja. Seperti dukungan, kritikan, undangan, proposal dan permohonan bantuan. Informasi ini bisa diolah dan diteruskan oleh tim lapangan berdasarkan persetujuan caleg. Admin yang ditunjuk, diminta juga bisa menjaga rahasia. Mungkin saja ada informasi pribadi sang tokoh yang tidak perlu diumbar di medsos.

Baca : Perkembangan Hoax

Beriklan di aplikasi juga dibutuhkan. Teknik dan tutorialnya telah dimuat mudah. Disarankan agar menggunakan orang yang paham hal ini. Mubazir rasanya caleg mempromosikan akunnya kepada akun pada dapil yang berbeda. Seperti memasang baliho di luar dapil. Profesional, akan membantu mengatur wilayah, demografi, isi iklan dan target audien dengan baik.

Isi postingan juga harus dijaga ritme, disesuaikan target yang direncanakan. Popularitas menuju elektabilitas. Targetnya utama peraihan suara harus tetap dijaga. Sentimen negatif, ditanggapi positif. Isu positif diolah bagai bola salju, tumbuh mengajak pemilih memberikan suara.

Terakhir sehebat – hebatnya performan seorang caleg di dunia maya, dunia nyata adalah kepastian. Dukungan di bilik suara sebuah keniscayaan. Selamat berjuang semoga amanah. (*)

Tandri Eka Putra
Digital Jurnalis – Pemred Padek.co

Tulisan ini dimuat di kolom kopi minggu Harian Pagi Padang Ekspres, Minggu 23 September 2018

October 9, 2018

Tags: