Belum Pulang Sebelum Sampai di Sabang

Kisah Perjalanan Pengendara Skuter Asal Tasikmalaya :

Entah apa sebenarnya ada di benak,anak muda berambut gimbal ini. Usia duapuluh tahunan, asal Tasikmalaya menggunakan kendaraan rakitan ingin berkelana hingga ke Sabang (Aceh).

Skuter ceper jauh dari kesan baik. Banyak besi bekas. Panjang skuternya sekitar lima meter disusun dari berbagai macam bentuk besi.Ada tambahan bodi samping. Ban skuter enam, hanya dua yang pakai angin. Sisanya ban bekas,tanpa benen.

Lihat tampilannya.Badannya ceking,celana jin dan baju kaus sudah menghitam. Hanya saja, matanya tetap menunjukan semangat dan keramahtamahan.

“Ingin lihat Sabang sambil silahturahmi,dengan kawan-kawan” jawab Aji, pengendara skuter rakitan panjang lima meter itu ketika ditemui di salah satu bengkel las.

Ia singgah di Kota Padang, dua minggu lalu.Mesin skuternya rusak. Teman perjalanan, Budi juga sakit. Aji tak tahu nama panjangnya.”Budi Cilacap aja,” katanya sambil cengengesan ketika ditanya nama lengkap temannya

Di Kota Padang, Aji dan Budi ikut bekerja di sebuah bengkel teralis. Ia ditampung sesama anggota skuter di Kota Padang. Hasil bekerjanya nanti,dijadikan bekal. Buktinya sebuah mesin bekas dari Kota Padang, sedang dirakitnya sebagai mesin cadangan.

Baginya, berkelana hal yang biasa. Ia sudah sering kendarai skuter berbulan-bulan. Kadang sendiri, kadang rombongan. Terpenting tujuan tercapai, apapun akan dilakukan, asalkan halal. Walau kadang dimulai tanpa modal cukup. Gigih benar!.

“Pokoknya,tidak akan pulang sebelum sampai ke Sabang,” ujarnya semangat menceritakan tujuan perjalanannnay ini

Anak muda dengan nama lengkap Aji Hildatul Doni merupakan anggota klub “Sipenjahat”.Nama itu singkatan dari Scooter Independen Pengendara Jalanan Siap Hadapi Rintangan,Jawa Barat. Mungkin nama yang cocok, untuk sosok Aji.

Berkelana di Indonesia Aman

Ia sudah tiga bulan memulai perjalanan dan tidak tahu kapan waktu pasti pulang. Banyak suka dukanya. Kadang tidur di hutan, kehabisan BBM, kadang terpaksa makan hewan liar, kadang ketemu orang yang baik dan dikasih uang.

“Kalau dijahati orang tidak pernah. Malah yang ketemu baik semua,” sebutnya, sambil menyetel mesin cadangan.

Pemasangan mesin cadangan dan perbaikan body skuter

Selagi muda, imbuh Aji beralasan. Ia ingin melihat semua sudut Nusantara. Selagi ada di Indonesia, tidak perlu takut lapar,tidak perlu takut susah. Semua suku bangsa sama. Merah putih juga.Semua bersaudara.

“Terpenting, setelah jalan mesti pulang dulu. Lihat orangtua,” jelas tentang prinsip perjalanan.

Menurut teman bekerjanya di bengkel, Aji sosok yang rajin dan penuh semangat. “Kerjanya rapi,cekatan dan suka ambil inisiatif. Tidak merepotkan dan tidak banyak alasan,” sebut Tomi, kawan Aji pemilik bengkel teralis di daerah By Pass Padang.

Aji dan Budi, hanya sebagian dari pengelana skuter lainnya. Bermodalkan kepercayaan diri dan persaudaraan antara pengendara skuter, mereka tidak takut hadapi rintangan. Tidak perlu curigai saudara sendiri.

Tampang dan kendaraannya, mungkin hanya tampilan. Namun dedikasi dan semangatnya patut ditiru.Malam ini, Aji akan meneruskan perjalanan. Sabang, sambutlah jika ia datang.(*)

Tulisan ini pernah dimuat di padek.co 16 November 2014

Skuter asal Tasikmalaya singgah di Kota Padang, Sumatera Barat sebelum ke Sabang Aceh

Belum Pulang sebelum Sampai di Sabang

January 14, 2019

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *