Pengenalan Data Centre

Pusat data atau yang lebih dikenal Data Center adalah suatu fasilitas yang digunakan untuk menempatkan sistem komputer dan komponen-komponen terkaitnya, seperti sistem telekomunikasi dan penyimpanan data. Fasilitas ini biasanya mencakup juga catu daya redundan atau cadangan, koneksi komunikasi data redundan, pengontrol lingkungan (mis. AC, ventilasi), pencegah bahaya kebakaran, serta piranti keamanan fisik. Salah satu penempatan server untuk atau database.

Pada data center terdapat ratusan bahkan ribuan server yang tersusun pada rak server yang ditata sesuai bentuk fisiknya, baik tower maupun rack dari ukuran 1U s/d 4u. Disetiap ruang memiliki pendingin, sistem catu daya, ups, security dan jaringan terkoneksi yang ditata dengan detail. Bahkan lantai dimana server dibangun memiliki karakteristik yakni terdapat upaya peredam dan selokan tempat jaringan listrik maupun komputer.

Disain dan perencanaan data center harus memperhatikan minimum aspek-aspek berikut :

Lokasi aman, memenuhi syarat sipil bangunan, geologi, vulkanologi, topografi
Terproteksi dengan sistem cadangan, untuk sistem catudaya, pengatur udara/lingkungan, komunikasi data
Menerapkan tata kelola standar data center meliputi :
Standar Prosedur Operasi
Standar Prosedur Perawatan
Standar dan Rencana Pemulihan dan Mitigasi Bencana
Standar Jaminan Kelangsungan Bisnis
Kalau anda penguna pastilah tidaklah asing dengan , wp panggilan singkat dari wordpress yang melayani 5,5 juta blog pada penghujung tahun 2008 memiliki data center. Dua data center berada di Illisionis dan satu di Dallas. Anda dapat menyaksikan salah satu video data center dari WP.

Data Center yang secara harfiah berarti pusat data, adalah suatu fasilitas untuk menempatkan sistem komputer dan equipment-equipment terkait, seperti sistem komunikasi data dan penyimpanan data. Fasilitas ini mencakup catu daya redundant, koneksi komunikasi data redundant, pengontrol lingkungan, pencegah bahaya kebakaran, serta piranti keamanan fisik. Pada era ICT (Information and Communication Technology)
saat ini, Data Center telah menjadi satu isu penting di dunia, khususnya bagi para pelaku bisnis. Sebagai inti dari layanan bisnis, maka Data Center harus mampu memberikanlayanan optimal, sekalipun terjadinya suatu bencana, sehingga bisnis dalam suatu korporasi harus tetap bertahan hingga menghasilkan laba. Berawal dari peran Data Center yang sangat signifikan, serta dikaitkan dengan berbagai isu yang ada pada Data Center saat ini, terutama Disaster Recovery Planning, maka kajian secara komprehensif dan holistik mengenai Data Center, telah menjadi kritikal isu bagi suatu institusi bisnis sebagai user dan isu yang menguntungkan bagi produsen penyedia infrastruktur dan equipment Data Center. Secara umum Data Center terbagi dua berdasarkan fungsinya : Internet Data Center, biasanya hanya dioperasikan untuk kebutuhan Internet Service
Provider dan Corporate Data Center, dimiliki oleh suatu korporasi atau institusi, untuk mengoperasikan proses bisnis, dengan menggabungkan layanan Internet dan Intranet.

Servis utama yang secara umum diberikan oleh data center adalah sebagai
berikut:

 Business Continuance Infrastructure. (Infrastruktur yang Menjamin
Kelangsungan Bisnis).
Aspek-aspek yang mendukung kelangsungan bisnis ketika terjadi suatu kondisi
kritis terhadap data center. Aspek-aspek tersebut meliputi kriteria pemilihan
lokasi data center, kuantifikasi ruang data center, laying-out ruang dan
instalasi data center, sistem elektrik yang dibutuhkan, pengaturan
infrastruktur jaringan yang scalable, pengaturan sistem pendingin dan fire
suppression.

 DC Security Infrastructure (Infrastruktur Keamanan Data Center).
Terdiri dari sistem pengamanan fisik dan non fisik pada data center. Fitur
sistem pengamanan fisik meliputi akses user ke data center berupa kunci
akses memasuki ruangan (kartu akses atau biometrik) dan segenap
petugas keamanan yang mengawasi keadaan data center (baik di dalam
maupun di luar), pengamanan fisik juga dapat diterapkan pada seperangkat
infrastruktur dengan melakukan penguncian dengan kunci gembok tertentu.
Pengamanan non fisik dilakukan terhadap bagian software atau sistem yang
berjalan pada perangkat tersebut, antara lain dengan memasang beberapa
perangkat lunak keamanan seperti access control list, firewalls, IDSs dan host IDSs, fitur – fitur keamanan pada Layer 2 (datalink layer) dan Layer 3 (Networks
layer) disertai dengan manajemen keamanan.

 Application Optimization (Optimasi Aplikasi).
Akan berkaitan dengan layer 4 (transport layer) dan layer 5 (session layer)
untuk meningkatkan waktu respon suatu server. Layer 4 adalah layer
end-to-end yang paling bawah antara aplikasi sumber dan tujuan, menyediakan
end-to-end flow control, end-to-end error detection & correction, dan mungkin
juga menyediakan congestion control tambahan. Sedangkan layer 5 menyediakan
11 riteri dialog (siapa yang memiliki giliran berbicara/mengirim data), token
management (siapa yang memiliki akses ke resource bersama) serta sinkronisasi
data (status terakhir sebelum link putus). Berbagai isu yang terkait dengan hal ini
adalah load balancing, caching, dan terminasi SSL, yang bertujuan untuk
mengoptimalkan jalannya suatu aplikasi dalam suatu sistem.

 Infrastruktur IP.
Infrastruktur IP menjadi servis utama pada data center. Servis ini disediakan pada
layer 2 dan layer 3. Isu yang harus diperhatikan terkait dengan layer 2 adalah
hubungan antara server farms dan perangkat layanan, memungkinkan
akses , mendukung sentralisasi yang reliable, loop-free, predictable,
dan scalable. Sedangkan pada layer 3, isu yang terkait adalah
memungkinkan fast convergence routed Networks (seperti dukungan terhadap
default gateway).
Kemudian juga tersedia layanan tambahan yang disebut Intelligent Network
Services, meliputi fitur fitur yang memungkinkan application Services
network-wide, fitur yang paling umum adalah mengenai QoS (Quality of
Services), multicast (memungkinkan kemampuan untuk menangani banyak
usir secara konkuren), private LANS dan policy-based routing.

 Media Penyimpanan.
Data Center juga digunakan sebagai pusat seluruh data – data yang diakses oleh
semua klien yang terhubung, tentunya didukung dengan kapasitas memori yangbesar pula. Agar dapat melayani klien dengan kualitas yang baik, karena klien
bisa saja mengakses data secara bersamaan dengan kapasitas yang besar.

Aspek-aspek yang harus diperhatikan saat mendesain dan
merencanakan Data Center, yaitu :
o lokasi yang aman serta memenuhi syarat sipil bangunan seperti : geologi,
vulkanologi dan topografi,
o mempunyai sistem cadangan untuk sistem catu daya,
o mempunyai sistem tata udara,
o mempunyai sistem pengamanan,
o mempunyai sistem monitoring lingkungan,
o mempunyai sistem komunikasi data, dan
o serta menerapkan tata kelola standar data center, meliputi : standar prosedur
operasi, standar prosedur perawatan, standar dan rencana pemulihan dan risiko
bencana, serta standar jaminan kelangsungan bisnis.

Dalam melakukan perancangan terhadap sebuah data center, harus
diperhatikan kedua hal tersebut dengan tujuan mendapatkan data center sesuai
dengan kriteria berikut:

 Availability.
Data center diciptakan untuk mampu memberikan operasi yang berkelanjutan dan
terus-menerus bagi suatu perusahaan baik dalam keadaan normal maupun dalam
keadaan terjadinya suatu kerusakan yang berarti atau tidak. Data center
harus dibuat sebisa mungkin mendekati zero-failure untuk seluruh
komponennya.

 Scalability dan flexibility. Data center harus mampu beradaptasi dengan pertumbuhan kebutuhan yang cepat
atau ketika adanya servis baru yang harus disediakan oleh data center tanpa
melakukan perubahan yang cukup berarti bagi data center secara keseluruhan.

 Security.
Data center menyimpan berbagai aset perusahaan yang berharga, oleh
karenanya sistem keamanan dibuat seketat mungkin baik pengamanan secara fisik
maupun pengamanan non-fisik.

Tier pada Data Center
Perancangan data center berangkat dari kebutuhan yang ada, untuk
kemudian didefinisikan berbagai perlengkapan IT yang diperlukan beserta
pemilihan berbarengan dengan perencanaan infrastruktur data
center yang lain. Ada 4 tier dalam perancangan data center yang
setiap tiernya menawarkan tingkat availabilitas yang berbeda
disesuaikan dengan kebutuhan suatu data Center menurut TIA 942
(Telecommunication Industry Association). Seperti ditampilkan pada tabel 2
spesifikasi setiap tier:

No tags for this post.

Related posts

August 20, 2015