Hate Speech dan Etika Dunia Online
Heboh – heboh soal hate speech, kata kebencian saya tertarik mencari tentang etika di dunia maya yang sering dilupakan ketika berkegiatan di online atau dunia maya ini
Berikut beberapa tata krama di dunia online yang bisa menjadi panduan agar terhindar dari jeratan Surat Edaran Kapolri tentang Hate Speech :
Etika Dunia Online
Istilah yang dikenal sebagai ‘netiket' atau nettiquette.
Netiket adalah etika dalam berkomunikasi dalam dunia maya, di bawah ini khusus untuk berkomunikasi dalam sebuah forum/milis:
1. Jangan Gunakan Huruf Kapital
Karena penggunaan karakter huruf bisa dianalogikan dengan suasana hati si penulis. Huruf kapital mencerminkan penulis yang sedang emosi, marah atau berteriak. Tentu sangat tidak menyenangkan tatkala Anda dihadapkan dengan lawan bicara yang penuh dengan emosi bukan? Walau begitu, ada kalanya huruf kapital dapat digunakan untuk memberi penegasan maksud. Tapi yang harus dicatat, gunakanlah penegasan maksud ini secukupnya saja, satu-dua kata dan jangan sampai seluruh kalimat/paragraf.
2. Kutip Seperlunya
Ketika anda ingin memberi tanggapan terhadap postingan seseorang dalam satu forum, maka sebaiknya kutiplah bagian terpentingnya saja yang merupakan inti dari hal yang ingin anda tanggapi dan buang bagian yang tidak perlu. Jangan sekali-kali mengutip seluruh isinya karena itu bisa membebani bandwith server yang bersangkutan dan bisa berakibat kecepatan akses ke forum menjadi terganggu.
3. Perlakuan Terhadap Pesan Pribadi
Jika seseorang mengirim informasi atau gagasan kepada anda secara pribadi (private message), Anda tidak sepatutnya mengirim/menjawabny a kembali ke dalam forum umum.
4. Hati-hati terhadap informasi/ berita hoax
Tidak semua berita yang beredar di internet itu benar adanya. Seperti halnya spam, hoax juga merupakan musuh besar bagi para kebanyakan netter. Maka, sebelum anda mem-forward pastikanlah terlebih dahulu bahwa informasi yang ingin anda kirim itu adalah benar adanya. Jika tidak, maka anda dapat dianggap sebagai penyebar kebohongan yang akhirnya kepercayaan orang-orang di sekitar anda pun akan hilang.
☑ Ketika ‘Harus' Menyimpang Dari Topik (out of topic/ OOT)
Ketika Anda ingin menyampaikan hal yang diluar topik (OOT) berilah keterangan, supaya subject dari diskusi tidak rancu.
6. Hindari Personal Attack
Ketika anda tengah dalam situasi debat yang sengit, jangan sekali-kali Anda menjadikan kelemahan pribadi lawan sebagai senjata untuk melawan argumentasinya. Sebab, ini hanya akan menunjukkan seberapa dangkal pengetahuan anda. Lawan argumentasi hanya dengan data/fakta saja, sedikit langkah diplomasi mungkin bisa membantu. Tapi ingat, jangan sekali-kali menggunakan kepribadian lawan diskusi sebagai senjata sekalipun ia adalah orang yang Anda benci. Budayakan sikap Diskusi yang sehat, bukan debat kusir.
7. Kritik dan Saran yang Bersifat Pribadi Harus Lewat PM (Personal Message)
Jangan mengkritik seseorang di depan forum. Ini hanya akan membuatnya rendah diri. Kritik dan saran yang diberikan pun harus bersifat konstruktif, bukan destruktif. Beda bila kritik dan saran itu ditujukan untuk anggota forum secara umum atau pihak moderator dalam rangka perbaikan sistem forum, Anda boleh mempostingnya di dalam forum selama tidak menunjuk orang per orang tertentu.
8. Dilarang menghina :
☑ Agama
☑ Ras
☑ Gender
☑ Status sosial
☑ Dsb yang berpotensi menimbulkan debat kusir yang mengarah ke situasi yang emosional.
9. Cara bertanya yang baik :
☑ Gunakan bahasa yang sopan, terutama diingat bahwa berbicara di forum dan room pribadi itu berbeda
☑ Jangan asumsikan bahwa Anda berhak mendapatkan jawaban.
☑ Beri judul yang sesuai dan deskriptif.
☑ Tulis pertanyaan anda dengan bahasa yang baik dan mudah dimengerti (singkatan2 yg umum dan bahasa yg umum jg)
☑ Buat kesimpulan setelah permasalahan anda terjawab
Semoga dapat dipedomani untuk berkomunikasi ϑî forum/milis
Aturan Dasar Netiket
Berinteraksi di dunia maya, baik itu dengan email, chatting, mailing list atau yang lainnya diperlukan aturan yang disebut netiket (asal kata net: internet dan etiquette: etika).
Pertama: Ingatlah bahwa kita berinteraksi dengan manusia. Jangan lupa bahwa orang yang membaca email atau posting kita benar-benar manusia yang memiliki perasaan. Sehingga:
Jangan berteriak – gunakan huruf kapital dengan bijaksana. Tidak baik melukai perasaan orang lain,
Jangan menggunakan kata-kata yang bersifat sarkasme,
Jangan pernah mengirimkan email atau posting tentang hal-hal yang tidak akan pernah Anda ucapkan secara langsung kepada si pembaca.
Kedua: Standar perilaku di dunia nyata berlaku pula di dunia maya. Konsekuensinya:
Jaga keetisan,
Melawan hukum adalah netiket yang buruk.
Ketiga: Ketahuilah di mana Anda berada di dunia maya. Maka:
Netiket bervariasi dari satu domain ke domain lainnya,
Tunggulah sambil mengamati (dengan membaca posting-posting sebelumnya) domain yang akan Anda masuki sebelum Anda berinteraksi di dalamnya.
Keempat: Hargailah waktu dan bandwidth orang lain. Konsekuensinya:
Tidak mengapa jika Anda menganggap apa yang sedang Anda kerjakan saat ini merupakan hal yang terpenting di jagad raya. Namun, jangan berharap bahwa orang lain akan berpikiran sama,
Kirim pesan (posting) pada grup diskusi yang sesuai. Tetaplah pada topik diskusi, jika pesan Anda tidak sesuai dengan topik yang ada, jangan kirimkan pesan tersebut,
Usahakan untuk tidak menanyakan hal bodoh pada grup,
Baca dahulu FAQ (Frequently Asked Questions) sebelum mulai bertanya.
Gunakan email japri (jalur pribadi) untuk hal yang bersifat personal daripada mengirimkannya kepada grup,
Jangan membuang waktu pembaca yang sudah mahir dengan mengirimkan informasi yang mendasar.
Kelima: Jangan membuat bingung pembaca. Caranya:
Buat email seperti kartu pos. Jaga supaya pesan Anda singkat saja.
Jangan terlalu berlebihan dalam mengutip. Dalam membalas pesan kutiplah hanya hal yang penting untuk dibalas.
Tulis dan ejalah dengan benar. Tulis seperti Anda menulis sebuah surat.
Jaga supaya signature paling banyak empat baris saja,
Cek ulang di Web jika Anda mendapat email tentang virus. Jika Anda tidak pasti tentang hal tersebut, jangan meneruskan email tadi ke orang lain.
Jangan mengirim spam.
Nah patuhi netiket diatas
Salam,
IT Support
sumber : https://mustakimjogja.wordpress.com/tips-tips-seputar-tik/aturan-dasar-netiket/
——————-
pa Netiket itu? Jawaban yang sederhana ialah: itu adalah suatu etiket jaringan–yaitu, etiket mengenai cyberspace. Dan “etiket” berarti “bentuk-bentuk yang diharuskan oleh breeding yang baik atau yang ditentukan oleh suatu otoritas yang diharuskan dalam kehidupan sosial atau kehidupan resmi.” Dengan kata lain, Netiket adalah sekumpulan peraturan bagi kita untuk bertingkah laku yang pantas secara online.
Bilamana anda memasuki kebudayaan baru manapun, – dan cyberspace juga mempunyai budayanya sendiri – ada kemungkinan anda melakukan beberapa kesalahan sosial. Kemungkinan anda dapat membuat orang tersinggung tanpa anda sadari. Atau, anda bisa salah mengerti apa yang dikatakan orang dan sebaliknya anda tersinggung padahal mereka tidak bermaksud membuat anda tersinggung. Bahkan yang lebih parah ialah karena ini cyberspace maka anda mudah lupa bahwa anda sebetulnya sedang berinteraksi dengan manusia sungguhan – bukan hanya karakter ASCII di layar, tetapi karakter manusia hidup.
Jadi, sebagian sebagai akibat dari melupakan bahwa orang-orang online masih merupakan orang yang nyata, dan sebagian alasannya ialah karena mereka tidak mengetahui tentang konvensi, well-meaning cybernauts, terutama yang baru, maka berbagai kesalahanpun dibuat.
Tulisan Netiket mempunyai tujuan ganda: membantu net newbies meminimalisir kesalahannya, dan membantu cyberspace travelers yang berpengalaman untuk membantu newbies. Dasar pikiran buku itu ialah bahwa kebanyakan orang lebih ingin untuk memiliki kawan dari pada musuh dan kalau anda mengikuti beberapa aturan dasar, ada kemungkinan anda akan melakukan hanya sedikit kesalahan sehingga anda tidak terhalang untuk memiliki teman yang baru.
Daftar aturan inti dibawah ini, dan penjelasan yang diberikan dikutip dari sebuah buku. Aturan itu diberikan di sini sebagai sekumpulan pedoman umum bagi tingkah laku cyberspace. Peraturan-peraturan itu tidak akan menjawab semua pertanyaan anda tentang Netiket, tetapi darinya anda pasti mendapat beberapa prinsip dasar yang dapat digunakan dalam menyelesaikan dilema Netiket anda sendiri.
Mengenal Netiket, Etika di Dunia Maya (Bagian 2)
Posted 30 January 2015 By Muhammad Iqbal Under Tips & Trik
Aturan 1: Ingatlah Manusia
Kaidah kencana (golden rule) yang diajarkan orang tua dan guru TK kepada anda cukup sederhana: lakukan kepada orang lain seperti yang anda inginkan mereka lakukan kepada anda. Bayangkan apa yang anda rasakan kalau anda berada pada posisi mereka. Bangkit untuk diri anda sendiri, tetapi usahakan untuk tidak menyakiti perasaan orang lain.
Dalam cyberspace, hal tersebut diungkapkan bahkan dengan cara yang lebih dasar dan sederhana: Ingatlah manusia.
Bilamana anda berkomunikasi secara elektronik, yang anda lihat hanyalah layar komputer. Anda tidak mendapat kesempatan untuk menggunakan ekspresi wajah, isyarat dan nada suara untuk mengkomunikasikan apa yang anda inginkan; kata-kata, kata-kata sunyi tertulis itu saja yang dapat anda lakukan. Dan hal itu berlaku juga bagi korespondensi anda.
Bilamana anda lakukan percakapan online – apakah hal itu merupakan pertukaran email atau sebuah respon pada suatu posting kelompok diskusi – mudah sekali bahwa maksud korespondensi anda disalah mengerti. Dan, sangat mudah untuk melupakan bahwa pihak yang menerima tulisan anda adalah orang yang memiliki perasaan yang kurang lebih sama dengan perasaan anda.
Memang benar-benar ironis. Jaringan Komputer mempertemukan orang-orang yang tidak akan pernah bertemu tanpa jaringan itu. Tetapi impersonalitas media tersebut merubah rapat menjadi sesuatu yang kurang. Ya, kurang personal. Orang-orang yang bertukar e-mail kadang-kadang bertingkah laku seperti orang yang berada di belakang roda/kemudi sebuah mobil: Mereka mengutuk/memaki pengendara lainnya, menunjukkan isyarat cabut/carut, dan pada umumnya bertingkah laku seperti orang liar. Kebanyakan dari mereka tidak akan bertingkah laku seperti itu di kantor ataupun di rumah. Tetapi adanya penempatan mesin (seperti komputer/e-mail) membuatnya seolah dapat diterima/boleh dilakukan.
Akan tetapi, pesan dari Netiket ialah bahwa hal itu tidak dapat diterima. Ya, silakan gunakan hubungan jaringan anda untuk mengungkapkan diri anda secara bebas, jajagilah dunia baru yang asing, dan beranilah bepergian ke tempat yang belum pernah anda datangi. Tetapi ingatlah Petunjuk Utama dari Netiket: Di luar sana ada manusia sungguhan.
Akankah anda katakan itu langsung di hadapannya?
Penulis dan penginjil (evangelist) Macintosh Guy Kawasaki bercerita tentang bagaimana ia mendapat email dari seseorang yang belum pernah ia jumpai sebelumnya. Secara online, orang ini memberitahu Guy bahwa ia adalah penulis yang buruk dan tidak ada apapun yang menarik dari tulisannya.
Ini benar-benar kasar bukan? Ya, dan sayangnya hal seperti ini terjadi terus menerus di cyberspace.
Mungkin karena kekuatan yang mengagumkan akibat kemampuan untuk mengirim langsung sebuah email kepada seorang penulis yang terkenal seperti Guy. Mungkin akibat fakta bahwa anda tidak bisa melihat wajahnya yang kerisut yang merasa sakit ketika ia membaca kalimat anda yang kejam. Apapun alasannya, hal seperti itu agak umum, walaupun hampir tidak dapat dipercaya.
Guy mengusulkan suatu tes yang berguna untuk apapun juga yang anda akan kirimkan: Tanyailah diri anda, “Apakah saya akan (berani) mengatakan hal ini di depan mata si penerima?” Kalau jawabanya tidak, tulis lagi dan baca kembali. Ulangi prosesnya sampai anda merasa senyaman mengirimnya melalui cyberspace dengan kalau anda mengucapkan kata-kata tersebut secara langsung di hadapanya.
Tentu saja ada saatnya di mana anda akan merasa lebih puas kalau anda mengatakan sesuatu yang benar-benar kasar langsung di hadapan orang itu. Kalau kenyataannya demikian maka Netiket tidak dapat membantu anda. Pergi dan cari sebuah kopi Miss Manners' Guide to Excruciatingly Correct Behavior (Pedoman Norma Kelakuan bagi Pedoman Tingkah Laku yang Luar Biasa)
Alasan lain mengapa kita tidak boleh bersifat ofensif online
Bilamana anda berkomunikasi lewat cyberspace – via email atau pada suatu kelompok diskusi – perkataan anda tertulis. Dengan demikian ada kemungkinan bahwa kata-kata anda yang tertulis itu disimpan di suatu tempat yang anda tidak ketahui yang berada di luar kendali anda. Dengan kata lain, kata-kata tersebut dapat kembali dan menghantui anda.
Jangan pernah lupakan kisah Oliver North, salah seorang pengguna email yang terkenal. Ollie, mungkin anda ingat, sebagai nama panggilannya adalah seorang yang setia pada sistem email Gedung Putih, PROFS. Dengan rajinnya ia menghapus semua catatan yang ia kirim atau terima yang bersifat menuduh. Tetapi, tanpa ia sadari, ada seseorang staf ruang komputer di Gedung Putih yang juga serajin dia, melakukan back up atas mainframe di mana pesannya disimpan. Ketika dia harus menghadap meja hijau, semua rekaman backup tersebut siap ditampilkan sebagai bukti melawannya.
Untuk berhati-hati anda tidak harus melakukannya hanya ketika anda terlibat dalam kegiatan kejahatan. Setiap pesan yang anda kirim dapat disimpan atau dikirim ke orang lain (forward) oleh si penerima, dan anda tidak punya kendali atas ke mana pesan anda itu dikirim.
sumber : http://kelase.com/planet/mengenal-netiket-etika-di-dunia-maya-bagian-2/
———
Netiket – Etika Internet yang Terabaikan
Netiket – Etika Internet
Netiket (Netiquette) adalah Etika Internet yang Terabaikan. Banyak user internet yang seenaknya posting apa saja semaunya, komentar kasar dan SARA, dan banyak lagi.
Lihat saja Yahoo News! misalnya, atau di media-media online seperti detik.com dan kompas.com, banyak user internet yang “bebas banget” komentari berita.
Anehnya, semua komentar tak beretika itu lolos atau diloloskan begitu saja. Tidak ada filter dari admin atau redaksi. Para user internet pun terkesan orang-orang kasar, “tak berpendidikan”, bahkan “tak beradab” (uncivilized people).
Dibaikannya etika internet (netiket) dalam “gaya hidup online” (online lifestyle) ini pun mengurangi citra bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang ramah dan santun.
Pengertian Netiket
Menurut data Wikipedia, netiquette merupakan Etika dalam menggunakan Internet. Internet sebagai sebuah kumpulan komunitas, diperlukan aturan yang akan menjadi acuan orang-orang sebagai pengguna Internet, dimana aturan ini menyangkut batasan dan cara yang terbaik dalam memanfaatkan fasilitas Internet.
Sebenarnya Nettiquette in adalah hal yang umum dan biasa, sama hal nya dengan aturan-aturan biasa ketika kita memasuki komunitas umum dimana informasi sangat banyak dan terbuka.
Apa saja etika internet?
Ingatlah bahwa kita berinteraksi dengan manusia. Jangan lupa bahwa orang yang membaca email atau posting kita benar-benar manusia yang memiliki perasaan.
Beberapa aturan yang ada pada Nettiquete ini adalah:
Amankan dulu diri anda, maksudnya adalah amankan semua properti anda, dapat dimulai dari mengamankan komputer anda, dengan memasang anti virus atau personalfirewall
Jangan terlalu mudah percaya dengan Internet, sehingga anda dengan mudah mengunggah data pribadi anda. dan anda harus betul-betul yakin bahwa alamat URL yang anda tuju telah dijamin keamanannya.
Yang paling utama adalah, hargai pengguna lain di internet. Caranya sederhana, yaitu:
Jangan biasakan menggunakan informasi secara sembarangan, misalnya plagiat.
Jangan berusaha untuk mengambil keuntungan secara ilegal dari Internet, misalkan melakukan kejahatan pencurian nomor kartu kredit
Jangan berusaha mengganggu privasi orang lain, dengan mencoba mencuri informasi yang sebenarnya terbatas.
Jangan menggunakan huruf kapital terlalu banyak, karena menyerupai kegiatan teriak-teriak pada komunitas sesungguhnya.
Jangan flamming (memanas-manasi), trolling (keluar dari topik pembicaraan) ataupun junking (memasang post yang tidak berguna) saat berforum.
Pedoman Etika Internet
Salah satu rujukan etika komunikasi di internet (cyberspace) adalah artikel Virginia Shea (Netiquette, by Virginia Shea, published by Albion Books, San Francisco (info@albion.com). ©1994 Virginia Shea) berjudul The Core Rule of Netiquette.
Shea memberikan 10 peraturan ketika berinteraksi di dunia maya. Intinya sama dengan etika komunikasi dalam dunia nyata, seperti jangan menyakiti, jangan menyinggung perasaan, berbicara efektif, jangan sungkan minta maaf jika keliru, dan sebagainya.
Berikut ini etika komunikasi di internet atau –dalam istilah Shea– peraturan inti etika berinternet (netiquette/netiket).
Core Rule of Netiquette
1. Remember the human. Jangan lupa, orang yang membaca email atau posting Anda adalah manusia juga yang punya perasaan –bisa tersinggung atau sakit hati. Jadi, jangan menyakiti hati orang lain. Jangan kirim email atau posting yang sekiranya mempermalukan.
2. Adhere to the same standards of behavior online that you follow in real life. Standar etika komunikasi internet sama saja dengan etika komunikasi di dunia nyata, seperti etis, menghargai pendapat orang lain, dan jangan dan melanggar hukum (breaking the law is bad Netiquette).
3. Know where you are in cyberspace. Setiap situs atau forum online biasanya punya aturan main. Maka, taati aturan itu. Baca dulu aturan sebelum gabung. “Intai dulu sebelum melompat” (Lurk before you leap). Sadari Anda ada di forum apa dan bagaimana.
4. Respect other people's time and bandwidth. Posting pesan yang sesuai dengan grup diskusi. Jangan ajukan pertanyaan bodoh. Baca dokumen FAQ (Frequently Asked Questions) atau “Yang Sering Ditanyakan” (YSD). Jangan posting hal yang sekiranya sudah diketahui anggota grup (don't waste expert readers' time by posting basic information).
Jika Anda tidak setuju dengan sebuah forum online, jangan buang waktu dengan “menggugat” mereka. Tinggalkan saja! (If you disagree with the premise of a particular discussion group, don't waste the time and bandwidth of the members by telling them how stupid they are. Just stay away).
5. Make yourself look good online. Cek grammar dan ejaan (tata bahasa) sebelum posting. Pahami yang Anda katakan dan pastikan ia masuk akal. Know what you're talking about and make sense.
6. Share expert knowledge. Bagi pengetahuan dan wawasan Anda.Sedekah ilmu! Jawab pertanyaan yang ada jika Anda tahu.
7. Help keep flame wars under control. Kendalikan emosi Anda! Jangan posting apa pun dalam keadaan marah! Jangan posting atau kirim komentar yang bernada amarah tinggi! Ada pepatah: Sesuatu yang di mulai dengan rasa marah akan menghasilkan penyesalan. Jangan ragu minta maaf jika Anda keliru atau menginggung perasaan orang lain.
8. Respect other people's privacy. Hargai privasi orang. Jangan baca email, pesan, atau inboks pribadi orang lain. Don't read other people's private email!
9. Don't abuse your power. Jangan menyalahgunakan kekuasaan. Jangan korupsi! Makin besar kekuasaan yang Anda mikiki, kian penting bagaimana menggunakannya. The more power you have, the more important it is that you use it well.
10. Be forgiving of other people's mistakes. Jika orang lain salah, maafin aja….!
Kepatuhan atau pelanggaran atas netiket di atas akan menjadi cermin beradab-tidaknya seseorang di dunia maya, mukin juga sekaligus cermin moralitas dan perilakunya di dunia nyata. (Sumber).*
ETIKET: ETIKA DALAM BERINTERNET
Dunia milis atau internet tentu juga tidak lepas dari tata krama atau peraturan.
Biar arus hubungan antara netter tidak kacau, maka perlu ada sebuah ketentuan.
Internet telah berhasil membentuk komunitas masyarakat tersendiri yang dalam
berkomunikasi sesama anggotanya telah menghilangkan jarak fisik, dan juga bisa
jadi tidak pernah bertemu secara fisik.
Yang terjadi adalah pertukaran ide melalui dialog dua orang atau lebih.
Hadirnya berbagai fasilitas di Internet semakinmemudahkan interaksi antara
masing-masing anggota masyarakat.
Fasilitas komunikasi seperti One-to-One Communication (electronic mail, chat),
Memungkinkan terjalinnya komunikasi antara dua pihak dengan cepat dan biaya
yang lebih murah jika dibandingkan dengan sarana komunikasi lainnya.
Dan juga fasilitas komunikasi One-to-Many Communication (Mailing Lists/milis, NetNews)
memungkinkan sekelompok anggota masyarakat Internet untuk berdiskusi dan
saling tukar pendapat diantara mereka dengan sangat mudah.
Dengan banyaknya pengguna Internet yang berasal dari berbagai negara, budaya,
bahasa yang berbeda-beda tentunya masing-masing pribadi anggotanya punya
sifat, cara bicara, cara menulis, dan rasa humor yang berbeda-beda pula.
Yang perlu diperhatikan juga adalah banyak pengguna Internet tersebut yang
merupakan orang baru (‘Newbies') di Internet. Seperti layaknya sebuah negara yang
punya masyarakat yang beragam, tentunya ada anggota masyarakat yang baik dan
ada juga yang sebaliknya atau sekedar iseng.
Bentuk keisengan yang sering kita jumpai adalah pengiriman surat berantai,
iklan yang tidak sesuai dengan konteks, provokasi ke diskusi yang tidak sehat,
materi yang menyinggung orang lain atau yang lebih ekstrim adalah penyisipan
virus atau worm secara sengaja dalam e-mail yang dikirimkan,
atau malah ngirimin gambar porno?
Ketidak-sadaran akan adanya etika tidak tertulis dalam ber-Internet dan
kekurangdewasaan dalam penggunaan email, chatting, dan mailing list dapat
menyeret para penggunanya kepada situasi yang tidak sehat jika salah satu pihak
tidak mengerti budaya di Internet.
Untungnya, petunjuk itu telah dibukukan oleh sebuah kelompok kerja yang diberi
nama Responsible Use of the Network (RUN) Working Group yang merupakan bagian
dari The Internet Engineering Task Force(IETF), dan telah dimasukkan dalam
dokumen RFC yaitu RFC1855 Netiquette Guidelines.
Petunjuk itu dikenal dengan Nama Netiquette atau diterjemahkan dalam
Bahasa Indonesia menjadi Netiket.
Istilah “netiquette “mulai dikenal setelah pemakaian internet semakin meluas di
kalangan masyarakat umum. Kata “net” berasal dari singkatan “internet”. Kata
“etiquette/etiket” berarti situasi formal yang diperlukan untuk pergaulan sosial.
Menurut etimologinya berasal dari dari bahasa Perancis untuk kata “etika/moral.”
Jika sahabat mengetahui etiket/etika untuk masyarakat atau kelompok tertentu,
berarti sahabat mempunyai kesempatan untuk masuk ke dalam pergaulan sosial
tersebut.
Karena sebagaimana layaknya hubungan antar manusia konvensional yang
mengenal norma-norma tidak tertulis yang harus dipatuhi, dalam dunia maya inipun
norma-norma semacam itu dirasakan kebutuhannya. Ini semua tidak lain guna
menjamin kenyamanan para pemakai dalam melakukan interaksi.
Terlebih di dunia internet ini tidak terjadi tatap muka, namun terjadi
interaksi yang ada kalanya sangat aktif melebihi interaksi langsung.
Untuk itulah kebutuhan akan etiket ‘pergaulan'sangat relevan.
Secara praktis netiket dasar yang penting untuk diketahui disini adalah:
==>Pertama:
Ingatlah bahwa kita berinteraksi dengan manusia.
Jangan lupa bahwa orang yang membaca email atau postingan kita benar-benar
manusia yang memiliki perasaan.
Sehingga:
= Hati-hati dalam melakukan balasan (reply).
Fasilitas ‘Reply' dari sebagian besar program mailer biasanya akan mengutip
pesan asli yang anda terima secara otomatis ke dalam isi surat anda.
Jika harus mengutip pesan seseorang dalam jawaban email, usahakan menghapus
bagian-bagian yang tidak perlu, dan hanya menjawab bagian-bagian yang relevan saja.
Pesan yang terlalu panjang memakan file yang besar, yang membuat loading
menjadi lambat, yang berarti akan menambah beban tidak hanya pada pihak
penerima, juga pada pihak sipengirim.
= Perlakukan email secara pribadi.
Jika seseorang mengirim informasi atau
gagasan buat anda secara pribadi, anda tidak sepatutnya mengirimnya ke
forum umum, seperti kelompok grup, atau mailing-list. Email pada dasarnya
adalah alat komunikasi personal.
= Jangan gunakan huruf kapital.
Seperti halnya membaca suratkabar, atau surat elektronik, membaca pesan email
yang menggunakan huruf besar/kapital yang berlebihan tidak enak dilihat.
Tapi di samping itu, terutama dalam tata karma berkomunikasi dengan e-mail/chat,
penggunaan huruf besar biasanya dianggap berteriak.
Mungkin maksud anda untuk memberi tekanan aja, namun bisa berakibat beda lho.
= Jangan membicarakan orang atau pihak lain, apalagi kejelekan-kejelakannya.
Berhati-hatilah terhadap apa yang anda tulis. Email memiliki fasilitas bernama
‘Forward', yang mengizinkan si penerima akan meneruskannya (forward) ke
orang lain.
= Jangan gunakan CC.
Jika anda ingin mengirim mail ke sejumlah orang (misalnya di mailing-list),
jangan cantumkan nama-nama pada kolom CC.
Jika anda lakukan hal itu, atau biasa disebut cross posting, semua orang
yang menerima email yang anda kirimkan, akan bisa melihat alamat-alamat
email orang lain Umumnya orang tidak suka bila alamat emailnya dibeberkan
di depan umum.
Selalu gunakan BCC (blind carbon copy). Dengan cara ini setiap orang hanya
bisa melihat alamat emailnya sendiri.
= Jangan sembarangan menggunakan format HTML.
Jika mengirim sebuah pesan penting ke rekan, jangan gunakan format HTML tanpa
anda yakin bahwa program email rekan, bisa memahami kode HTML. Jika tidak, maka
pesan sama sekali tidak terbaca atau kosong. Sebaiknya, gunakan plain text.
= Jangan kirim file (dalam jumlah besar) dalam bentuk attachment Peraturan
email secara internasional melarang pengiriman format melalui email, apalagi
di dalam milis.
Jangan pernah bayangkan, rekan anda (atau dalam hal milis: semua anggota milis)
memiliki mailbox (atau hard disk) yang cukup.
Pengiriman file yang besar, akan membuat proses downloading menjadi
lamban, dan ini jelas menambah beban pulsa. Jika file melebihi kuota, maka
proses downloading praktis terganggu.
Jika ini terjadi, anda bisa dituduh telah melakukan bomb-mail, yang di dalam
dunia internet, dianggap sebagai kriminal!
Sebaiknya, minta izin dulu, bahwa anda akan mengirim file, kalau
perlu, jelaskan besaran file-nya. Jika rekan anda oke, baru bisa mengirim
attachment. Atau compress attachment tersebut.
= Jawablah secara masuk akal.
Jangan menjawab dua tiga pertanyaan dalam satu jawaban.
Apalagi, menjawab pesan e-mail yang panjang lebar, dan anda menjawab hanya
satu kata: “Good.” Wah, ini sangat menyebalkan. Inilah yang disebut jawaban
one liner (pesan satu baris) sesuatu yang dianggap tidak menghargai orang
yang menanya.
= Subyek mencerminkan isi.
Kalo yang ini gak usah dijelasin lagi. Iya gak?
Pokoknya, ganti subyek e-mail ketika isi e-mail sudah mulai tidak sesuai
dengan topik/subyek.
= Jangan sampai menipu pembaca.
Biasakan untuk menulis judul (Subject) dengan jelas dan sesuai dengan isi pesan.
Ini terutama untuk pesan pertama atau pesan bisnis.
Untuk pesan penting dan menyangkut reputasi anda, pakailah selalu alamat
surat elektronik resmi. Terlebih untuk pesan pertama ke orang yang tidak
mengenal anda, karena ada kecenderungan pemakai (terutama yang banyak menerima
surat elektronik) untuk langsung menghapus pesan tanpa melihat isi.
Jangan sekali-sekali mengirimkan pesanyang sama ke banyak orang sekaligus
(untuk promosi misalnya). Ini beresiko alamat surat elektronik anda akan
dimasukkan daftar hitam sebagai pengirim junk-email (surat sampah).
Bila membalas (reply) pesan yang panjang, hapus sebagian pesan yang lama
untuk menghemat waktu pengiriman. Ini juga akan membantu penerima untuk mendownload.
Sama dengan ini adalah hindari mengirim data yang sangat besar
(data gambar, dll) bersama dengan pesan. Terlebih untuk pesan ke orang yang
tidak begitu anda kenal, pakailah bahasa yang sopan. Terlebih bila anda tidak
mengetahui usia atau posisi orang yang dikirimin pesan.
==>Kedua:
Standar perilaku di dunia nyata berlaku pula di dunia maya.
Konsekuensinya: Jaga keetisan, melawan hukum adalah netiket yang buruk.
==>Ketiga:
Ketahuilah di mana anda berada di dunia maya.
Maka: Netiket bervariasi dari satu domain ke domain lainnya, Tunggulah sambil
mengamati (dengan membaca posting-posting sebelumnya) domain yang akan
anda masuki sebelum berinteraksi di dalamnya.
==>Keempat:
Hargailah waktu dan bandwidth orang lain.
Konsekuensinya:
= Gak mengapa jika anda menganggap apa yang sedang anda kerjakan saat
Ini merupakan hal yang terpenting di jagad raya. Namun, jangan berharap
bahwa orang lain akan berpikiran sama.
= Kirim pesan (posting) pada grup diskusi yang sesuai. Tetaplah pada topic
diskusi, jika pesan anda tidak sesuai dengan topik yang ada, jangan kirimkan
pesan tersebut.
= Usahakan untuk tidak menanyakan hal yang bodoh pada grup.
= Baca dahulu FAQ (Frequently Asked Questions) sebelum mulai bertanya.
= Gunakan email japri (jalur pribadi) untuk hal yang bersifat personal daripada
mengirimkannya kepada grup.
= Jangan membuang waktu pembaca yang sudah mahir, dengan mengirimkan
informasi yang mendasar. Perhatikan benar isi dan tujuan mailing-list dan
hindari mengirim pesan yang tidak berhubungan.
= Hindari mengirim pesan yang bersifat pribadi atau hanya relevan untuk
beberapa anggota.
= Ingatlah selalu bahwa anggota mailing-list adalah majemuk dan memiliki latar
belakang yang berbeda.
= Pesan anda tidak mengandung hal-hal yang berpotensi menyinggung pihak
lain. Pada saat masuk sebagai anggota mailing list, simpan baik-baik
petunjuk untuk masuk dan keluar sebagai anggota, atau minimal pastikan
bahwa anda mengetahui bagaimana cara keluar dan masuk.
Ini perlu agar tidak mengirimkan pesan untuk keluar melalui forum umum. Pesan-pesan
semacam ini sangat mengganggu anggota lain dan membebani jaringan
secara keseluruhan.
Dan jangan-sekali-sekali mengirimkan pesan hanya untuk menyatakan setuju atau
tidak setuju karena akan sangat mengganggu traffic dari mailling list tersebut
dan juga membebani jaringan mailling list dan tidak semua orang akan nyaman
dengan hanya melihat kata setuju anda yang hanya beberapa kata yang tidak
mempunyai manfaat apapun terhadap penerima secara keseluruhan dan tidak semua
anggota akan senang terhadap pesan-pesan seperti ini, karena akan membuat penuh mailbox
mereka.
= Point yang utama jangan samakan mailling list seperti chatting yang dapat
memperlihatkan spontanitas sahabat, karena mailing list adalah forum diskusi
dan informasi bukan forum bincang-bincang ala kadarnya.
Kelima: Jangan membuat bingung pembaca. Caranya:
= Buat email seperti kartu pos. Jaga supaya pesan singkat dan tepat saja.
= Jangan terlalu berlebihan dalam mengutip. Dalam membalas pesan kutiplah
hanya hal yang penting untuk dibalas.
= Tulis dan ejalah dengan benar. Tulis seperti menulis sebuah surat.
= Jaga supaya signature paling banyak empat baris saja.
= Cek ulang di Web jika anda mendapat email, misalnya tentang virus. Jika gak
pasti tentang hal tersebut, jangan meneruskan email tadi ke orang lain.
= Jangan mengirim spam!
Gak muluk-muluk amat kan? Tapi yang jelas selamat bermilis ria, dan tak lupa
gunain netiket yang ok dan happy surfing!
Disusun oleh: Dody Haris
WWW.EKSTRAGRATIS.BLOGSPOT.COM
Etika Dalam menggunakan Internet (Netiket)
Di era globalisasi seperti saat ini, informasi merupakan sudah seperti menjadi sebuah kebutuhan primer. Hampir setiap waktu kita membutuhkan informasi layaknya kita butuh udara untuk bernapas. Dan untuk mendapatkan informasi tersebut dapat diperoleh dari berbagai sumber media. Yang paling mudah dan sering digunakan oleh masyarakat adalah media internet. Banyak sekali mannfaat yang didapat dari internet. Dengan menggunakan internet, selain mendapatkan informasi, kita juga dapat berinteraksi dengan sesama pengguna internet lainnnya. Namun dibalik manfaat tersebut, banyak juga pihak-pihak yang menyalahgunakan internet hanya untuk memberi keuntungan pada dirinya sendiri maupun pihak-pihak lain. Untuk itulah dalam berinternet terdapat etika tersendiri layaknya dalam kegiatan di dunia nyata.
Pengertian Etika Ber-internet (Netiket)
Apa yang dimaksud dengan etika ber-internet? Etika berasal dari bahasa yunani kuno ethikos yang berarti timbul dari kebiasaan. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep benar-salah, baik-buruk serta tanggung jawab. Sedangkan Interner merepakan kependakan dari Interconnection-networking yang memiliki pengertian seluruh jaringan komputer yang saling terhubung yang menggunakan standar sistem global Transmission Contril Protocol/Internet Protocol Suite (TCP/IP).
Jadi Netiket merupakan etika merupakan pedoman dalam melakukan interaksi dengan sesame penguna Internet. Standar Netiket sendiri ditetapkan oleh sebuah badan yang bernama IETF (The Internet Engineering Task Force) yang merupakan sebuah komunitas internasional yang merupakan kumpulan dari peneliti, perancang jaringan dan operator yang berperan dengan pengoperasian internet.
Beberapa Contoh Etika dalam Ber-Internet
Dengan meningkatnya jumlah pengguna internet, otomatis rawan terjadinya gesekan-gesekan antar sesama pengguna internet. Untuk itulah diperlukan suatu etika yang berfungsi sebagai pedoman kita dalam menggunakan internet, dan berikut ini adalah contoh beberapa etika ber-internet :
1. Perhatikan dalam penggunaan huruf Kapital
Dalam penulisan suatu informasi, penggunaan huruf kapital haruslah diperhatikan. Jangan menggunakan huruf kapital sembarangan. Karena penggunaan huruf kapital yang tidak tepat dapat disalah artikan oleh para pengguna internet lainnya. Misalnya penggunaan huruf kapital yang tidak tepat mencerminkan seseorang yang sedang marah. Biasanya penggunaan huruf kapital digunakan untuk sebuah singkatan atau nama sebuah badan atau organisasi.
2. Hati-hati terhadap informasi yang kita terima
Lewat internet kita bisa mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya. Baik itu spam, berita hoax dan lain-lain. Untuk itulah coba cari referensi sumber berita yang terpercaya. Atau carilah sumber informasi lain jika anda ingin mengetahui apakah informasi yang anda terima itu benar atau tidak.
3. Penggunaan “CC” di e-mail
Sebagian dari pengguna e-mail bisa jadi adalah orang awam yang kurang paham atau jarang sekali menggunakan e-mail. Jika orang tersebut adalah anda, maka jangan mencantumkan nama-nama pada kolom “CC” pada form pengiriman e-mail. Karena jika melakukan hal tersebut semua orang yang menerima e-mail anda bisa melihat alamat-alamat e-mail orang lain. Untuk itu gunakan selalu “BCC” adar setiap orang bisa melihat emailnya sendiri.
4. Penggunaan format HTML
Dalam pengiriman sebuah e-mail, jangan sekali-sekali mencoba format html jika kita tidak yakin apakah orang yang menerima e-mail kita bisa membaca kode html.
5. Pengiriman file atau Attachment di E-mail
Jangan sembarangan dalam men-attach file lewat e-mail. Perhatikan size file yang akan kita attach. Jangan sampai terlalu besar. Karena hal tersebut berdampak pada kepada si penerima e-mail kita. Solusinya cobalah sebelum meng-attach, file yang akan kita kirim dikompres terlebih dahulu agar ukuran file-nya bisa minimalisir.
6. Penggunaan kutipan
Biasanya ketika kita aktif di forum maka anda akan melihat komentar orang yang disertai dengan kutipan dari postingan orang yang dikomentar tersebut. Terkadang kita juga melihat komentar orang yang mengambil keseluruhan postingan orang yang dikomentari. Hal tersebut sebenarnya kurang tepat. Mengapa? Karena dengan seperti itu akan mengakibatkan bandwith server menjadi berat dan akses untuk membuka postingan tersebut menjadi lama karena komentar yang menjadi panjang akibat kutipan-kutipan yang tidak perlu.
7. Private Message
Yang namanya private tentunya bukan menjadi bahan untuk publik. Oleh karena itu ada baiknya kita jangan mengumbar private message ke area publik. Selain itu, informasi-informasi yang bersifat privasi sebaiknya disampaikan lewat private message.
8. Sumber dari Informasi yang kita sampaikan
Jika kita membuat suatu postingan di blog yang sumber tulisan tersebut berasal dari tulisan atau blog orang lain, ada baiknya kita mencantumkan sumber tulisan tersebut. Karena ibaratnya tulisan itu seperti sebuah karya seni. Apabila kita sebar luaskan tanpa mencantumkan penulis aslinya maka ibaratnya seperti kita mengakui karya seni orang lain.
9. Hindari personal Attack
Sering kali dalam forum di dunia maya terdapat debat-debat antar sesama pengguna internet. Terkadang hal tersebut bisa memanas sehingga kosa kata yang disampaikan tidak sopan. Meski begitu jangan sekali-sekali menggunakan kelemahan lawan debat anda sebagai senjata anda untuk memenangkan debat, karena hal tersebut akan menunjukan bahwa betapa dangkalnya pengetahuan anda.
Demikianlah penjelasan serta beberapa contoh dari etika dalam ber-internet. Dengan kita mengetahui adanya etika dalam menggunakan internet semoga kita menjadi bijak dalam menggunakan teknologi internet tersebut.
Post By Medyarizka DANI di 8.41.00 PM
10 Netiket di Social Media
May 29, 2012 in a. Headline, f. Perilaku & Psikologi by Tim Internet Sehat
inShare1
[Internet Sehat] Pernah dengar tentang netiket? Sesuai asal katanya, yaitu “internet” dan “etiket”, maka ini adalah etika yang berlaku saat kita ada di internet. Nah, di social media yang kini sedang marak juga berlaku yang namanya netiket. Artinya, dalam bergaul di social media seperti facebook atau Twitter, tetap ada etikanya.
Netiket social media adalah semacam aturan yang digunakan di situs jejaring social. Mulai dari bagaimana kita menyapa teman, mengomentari statusnya, mention seseorang, atau mengirim DM ke teman Twitter, dan banyak lagi. Situs social media adalah situs User Generated Content, yakni kontennya dihasilkan oleh para usernya sendiri. Berarti banyak sekali orang dari berbagai kalangan bertemu disana, saling berinteraksi. Maka jika tidak ada netiketnya, bisa-bisa terjadi banyak pertengkaran dan salah paham satu sama lain.
Apa saja yang termasuk dalam netiket di social media? Ini perlu dikenali juga, agar jangan sampai kita jadi orang yang dianggap tidak tahu etika, atau banyak menuai masalah dengan sesama user lain.
Ini dia netiketnya:
1. Jangan berbohong
Siapa sih yang mau dibohongi? Tentu tidak ada. Temanmu akan kecewa jika kamu berbohong. Apalagi user lain yang tidak terlalu kamu kenal. Bisa-bisa mereka kesal dan tidak akan percaya lagi padamu selamanya, bahkan menyebarkan ke seantero social media bahwa kamu pembohong.
2. Jangan membenci
Sama seperti di dunia maya, sekali kita membenci seseorang, maka akan bersikap tidak baik kepadanya. Ada kecenderungan untuk menyerang dan melakukan cyberbully. Ini namanya cari penyakit, deh.
3. Saling berbagi
Orang akan senang jika kamu suka berbagi informasi, atau menunjukkan perhatian apabila ada user lain yang kena musibah. Sekadar kata-kata sapaan pendek saja, tidak perlu terlalu sok perhatian.
4. Jangan mengutuk
Kalau kamu tidak suka dengan isi postingan seseorang atau twitnya, jangan kamu serang dia dengan kata-kata makian atau kutukan. Artinya kamu sudah memulai cyberbully, dan akan mendapatkan balasannya.
5. Jangan melecehkan
Sekali kamu memposting data atau informasi yang melecehkan orang lain, artinya kamu sudah mengundang orang untuk membencimu. Dan ini akan terekam di internet, lho. Sifat burukmu bisa diketahui banyak orang, dan kamu akan mendapat perlakuan setimpal.
6. Berbagi info akurat
Berbagi info artinya bukan asal info yang tidak jelas dan tak dapat dipertanggungjawabkan. Misalnya saja kamu mendengar suatu berita yang belum pasti, dan kamu menyebarkannya, itu sama saja dengan kamu menyebarkan info yang tidak akurat. Jika ini dilakukan, orang akan menganggap kamu sebagai penyebar hoax atau berita bohong.
7. Perbaiki kesalahan
Namanya juga manusia, selalu berpotensi berbuat salah. Jika itu terjadi, segera minta maaf dan perbaiki. Usahakan jangan mengulang kesalahan serupa. Ini akan membuat orang menilaimu sebagai orang yang bertanggungjawab, dan kamu akan dihormati.
8. Perlihatkan kasih
Jika ada user lain menyerangmu atau berbuat salah padamu, dengan memposting atau mentwit hal buruk tentangmu, cobalah bersabar. Membalasnya dengan twit atau postingan buruk juga tidak akan memperbaiki situasi. Lebih baik lupakan kesalahannya dan maafkan dia.
9. Hormati privasi
Jangan mengumbar cerita tentang temanmu di social media. Apalagi membocorkan rahasianya di timeline. Hormatilah privasi orang lain, maka kamu juga akan dihormati.
10. Pertimbangkan dulu
Pikirkan lebih dulu semua yang akan kamu posting, unggah, atau twit di social media. Jangan terlalu spontan. Sebab penyesalan datang belakangan.
Itu tadi 10 netiket di social media. Jika kamu mengikutinya, niscaya tidak akan terbelit masalah bergaul di Facebook maupun Twitter. [Internet Sehat]
Sumber artikel: networketiquette.net /Sumber gambar: thebiznavigator.wordpress.com
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});