Ini Urusan Sumatera Barat dan Kita Harus Terlibat

Ini Urusan Sumatera Barat dan Kita Harus Terlibat

Sebutlah tentang falsafah “Adat Basandi Syarak dan Syarak dan Syarak Basandi Kitabullah” di Sumatera Barat, sangatlah cocok, wisata halal menjadi genre di daerah Minangkabau ini.

Dalam pengumumannya Tim Percepatan Wisata Halal Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengumumkan Sumatera Barat memenangkan dua kategori yaitu, kategori Destinasi Halal Terbaik dan kategori Wisata Kuliner Halal Terbaik. Dua potensi lainnya Ero Tour di bidang travel ramah wisatawan muslim dan Rumah Makan Lamun Ombak sebagai Rumah Makan ramah wisata muslim terbaik.

jumlah-vote-kompetisi-wisata-halal-nasional-2016Terdapat 15 kategori yang dilombakan, Sumbar meraih empat dari 12 pilihan pada tujuh kategori. Kompetisi yang menjadi ajang percepatan wisata halal Indonesia ini memasukan tiga kategori lain seperti Maninjau sebagai destinasi yang ramah terhadap wisatawan muslim dan Tiga rumah makan serta empat hotel lainnya. Dari data yang ditampilkan terdapat 115.462 jumlah vote yang diselenggarakan melalui situs surveymonkey.com. Jumlah itu disebut tiga kali lipat dari jumlah pemilih ketika Indonesia memenangkan wisata halal tingkat internasional tahun 2015 lalu.

Melihat kebelakang, Sekitar sebulan lalu, bersama dengan seluruh praktisi, media dan tentu saja pemerintahan Sumbar kami terus mendorong masyarakat untuk terus vote dan vote. Berbagai cara dilakukan. Keterbatasan waktu, keterbatasan pengetahuan dan lain lain, kadang sulit juga menjelaskan apa itu wisata halal, kenapa harus vote, kenapa harus menang. Sementara itu daerah lain sudah bikin festival wisata halal, sudah membentuk tim sosialisasi, sudah bersatu padulah. Begitulah beritanya, tergertak jugalah kami. Tersosialisasi juga wisata halal itu jadinya.

final-siaran-pers-kompetisi-memacu-kemajuan-phi-rabu-21-09-16

Sementara sebagian kecil masih ingin berdiskusi, cobalah terangkan wisata halal kata sebuah akun di kolom komentar. Padahal cari saja di mesin pencari google, tahulah apa wisata halal. Kalau anda ragu lebih baik kembali, tapi vote lah dulu sebelumnya. Kalau tidak yakin klik menu “help”, lihat tutorial. Tidak banyak waktu untuk berdebat, ini persoalan kemenangan Sumatera Barat dan kita mesti terlibat. Vote pakai batas waktu 15 September 2016. Tanggal bersejarah sama dengan hari ulang tahun saya. Ya sudahlah, itu cerita saja. Terimakasih dari kita dan untuk kita semua. Sumbar Hebat.

Balik ke angka, kita harus adil melihat kondisi. Jumlah 115.462 itu masih kecil. Bayangkan saja penduduk Sumatera Barat terdapat sekitar 4,5 juta lebih dan potensi perantau saja sekitar 1,8 juta. Apalagi jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia. Vote Wisata Halal masih kalah dibandingkan jumlah SMS pemilihan artis di tv nasional.

Alinea diatas tidak bermaksud mengurangi arti partisipasi kita semua dalam vote wisata halal. Namun kita juga harus realitis jika melihat angka hanya 115.462. Padahal potensi muslim di Indonesia sangatlah besar, disebut sebut komunitas muslim terbesar di dunia. Di bumi ini, Islam juga menjadi agama mayoritas. Untuk ikut kompetisi ini prosesnya tidak hanya vote, proses lain di antaranya ikut mengisi formulir, melengkapi persyaratan, dinilai oleh tim penilai dan ikut vote. Mungkin ada proses lain dari administrasi, penyamaan persepsi dan aturan pemerintahan juga. Inilah yang disebut dengan percepatan wisata halal, mungkin sudah di rel benar “umpan balik”.

Balik ketika dua bulan lalu Tim Percepatan Wisata Halal sosialisasi ke pramuwisata di sebuah hotel di Kota Padang, tentang wisata halal itu keren. Data yang disampaikan narasumber menambah semangat. Dalam presentasi terlihat wisata halal akan lebih banyak mendatangkan wisatawan mancanegara dari segi jumlah, dan pendapatan. Umumnya wisatawan muslim merupakan orang – orang dengan pendapatan besar. Terutama pada wisatawan Timur Tengah. Semangat itu juga masih terjaga hingga pengumuman sekarang dan yakinlah akan terjaga selamanya.

Dalam pertemuan dengan nominator wisata halal sekitar sebulan lalu di kantor Dinas Parekraf Sumbar juga terlihat antusias yang sangat luar biasa. Semua dalam ruangan juga berharap Sumatera Barat terpilih sebagai destinasi halal terbaik. Sebagai pelaku kepariwisataan seluruh nominator dan non nominator di Sumbar juga akan kecipratan dampak dari publikasi wisata halal dan dampak jika menang secara nasional. Apalagi secara Internasional. Bukankah itu telah dibuktikan ketika Lombok menang pada tahun lalu.

tampilan voteKita harus kembali ke angka. Antusias saja tidak cukup. Memakai istilah yang kerap hadir Pilkada, Wisata halal bagaikan tokoh calon kepala daerah yang dianggap baik, tidak populer dan tidak terpilih dari segi jumlah penduduk. Lihat saja dari angka dan bandingkan dengan jumlah penduduk. Namun dari segi pemilih, Sumbar berhasil rajai empat kategori. Dalam Istilah Pilkada itu dikatakan, partisipasi pemilih masih rendah namun pemilih Sumbar tetap banyak. Menanglah Sumbar.

Jangan pesimistis dulu. Ini kan kompetisi pertama kalinya secara nasional. Tim Percepatan Wisata Halal sepertinya bekerja keras, bersosialisasi dan membentuk komunitas nyaris di seluruh wilayah di Indonesia. Guliran bola salju informasi wisata halal akan terus berputar dan menunggu takdir, niat baik hasilnya baik.

Tulisan di atas adalah flasback, kilas bolak balik lebih tepatnya. Tujuannya melihat masa lalu dan bekerja agar ketika kompetisi internasional lebih baik lagi.

Berapa vote yang kita butuhkan ketika akan memenangkan kompetisi tingkat Internasional? masih 42 ribu, 3 kali lipat, 10 kali lipat?. Bukan jumlah angka untuk menang namun tentang jumlah partisipasi pemilih dalam ajang kompetisi wisata halal internasional. Kita butuh lebih dari dukungan, tapi partisipasi aktif. Kembali, Ini urusan Sumatera Barat, Ini urusan Indonesia dan sebagai warga kita harus terlibat. Bukan Like, tapi Vote dan Vote




September 21, 2016

Tags: , ,