Menyusun Visi Misi Paslon. Rumit Tapi Asyik

Awalnya saya seperti sebagian masyarakat yang lain. Melihat visi misi Paslon hanyalah untaian kata janji untuk menarik minat pemilih kepada calon kepala daerah. Saya pernah mencoba berdiskusi dengan paslon dan orang yang terlibat dalam penyusunan ini. Pada awalnya saya memberikan masukan, mereka kadang memberikan reaksi yang standar seperti hanya manggut-manggut, tertawa atau tersenyum saja. ~Ada apa?. Ini bikin penasaran

Sebagai jurnalis dan manusia yang ingin tahu, saya tidak mau memandang hal ini dari sisi luar. Saya ikut menawarkan diri terlibat dalam penyusunan visi misi kepala daerah.

Setelah beberapa kali keterlibatan, ternyata apa yang saya pahami sebelumya tidak sepenuhnya benar. Dokumen tersebut selain sebagai penarik bagi pemilih, juga akan menjadi dasar dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah sebuah daerah (RPJMD). Dalam lima tahun ke depan sebuah daerah dibangun berdasarkan visi misi ini. ~ Perut saya langsung mual ketika awal – awal mengikuti proses ini

Biar mudah dipahami berdasarkan pengalaman yang pernah ada, saya coba susun.

Visi misi berfungsi sebagai dua hal :

  • Dipakai dalam masa Pilkada
  • Dipakai dalam masa pembangunan daerah 5 tahun (RPJMD)

VISI MISI UNTUK PILKADA
Visi Misi harus sesuai RPJPD
Dalam Pilkada visi misi diatur oleh Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU). Tahun ini diatur oleh PKPU No. 5 tahun 2020, menyempurnakan PKPU No. 3 Tahun 2017. ~ Ondeh pakai aturan lo.

Secara ringkas dalam PKPU tersebut diatur Visi Misi Paslon harus sesuai dengan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) yang disusun dalam 20 tahun. Artinya ada empat RPJMD di dalam setiap RPJPD. Setiap RPJMD dibuat agar mencapai target akhir dari RPJPD yang telah disusun.

Setiap RPJD juga memiliki visi dan misi serta target yang akan dicapai dalam 20 tahun. Jadi visi misi Paslon juga harus terkait dengan visi misi serta target 20 tahun tersebut. Setiap target memiliki indikator tersendiri

Contoh :
Dalam RPJPD daerah X. Ada misi untuk menjadikan pendidikan daerah sebagai kiblat pendidikan Asia. Indikator sebagai kiblat Asia adalah terdapatnya 80% SLTA atau 40 SLTA merupakan standar internasional. Mengapa? karena setelah dihitung dalam 20 tahun ke depan dengan 40 SLTA berstandar internasional, maka ini merupakan angka terbanyak dibandingkan negara lain di SLTA dalam 20 tahun kedepan

Kaitannya dengan visi misi. Jika visi misi Paslon sekarang masuk dalam periode terakhir atau RPJMD periode ke-4 dalam sebuah RPJPD, maka target tersebut harus dicapai oleh visi misi Paslon tersebut. yaitu terdapat 40 SLTA berstandar internasional. Apakah bisa seperti itu juga?
Tentu saja perkembangan kondisi negara lain atau perbandingan 40 SLTA tidak bisa sama seperti disusun 20 tahun sebelumnya.
Beberapa hal bisa saja berbeda misal :

  • 80% SLTA tidak lagi = 40 SLTA. Bisa kurang atau lebih
  • 40 SLTA tidak lagi terbanyak dibandingkan daerah lain

Jika indikatornya misi terbaik di tingkat Asia, dengan indikator terbanyak SLTA berstandar di tingkat Asia maka kondisi negara lain dan daerah sendiri juga harus diperhitungkan ulang atau di revisi. ~ Kumpulkan dulu data pastinya

Visi Misi sebagai dokumen pemerintah daerah atau visi misi sebagai dokumen daerah
Hal ini sering jadi perdebatan. Contohnya pada provinsi Sumatera Barat. Visi misi apakah ditinjau dari dokumen pemerintah daerah (Pemprov Sumbar) atau sebagai dokumen Sumatera Barat (pemprov, pemko/pemkab dan pemerintah nasional dan seluruh kesatuan isi di dalam daerah Sumatera Barat).

Perbedaannya terletak pada kemampuan. Jika ditinjau dari segi Pemerintah Daerah, yang dilihat adalah kemampuan keuangan dan potensi yang ada pada Pemprov Sumbar saja. Sedangkan jika dilihat dari Sumatera Barat secara keseluruhan, maka diperhitungkan kemampuan seluruh pemerintah dan potensi yang akan terlibat dalam proses pembangunan nantinya.

Terserah mau susun visi misi berdasarkan pandangan tersebut. Yang paling penting si penyusun harus tahu apa kemampuan kemampuan potensi yang ada berdasarkan tinjauan tersebut. Misal APBD Sumbar adalah 2,4 T. Komposisi keuangannya adalah……….(ini nanti kita bahas detail, sebab panjang juga). Tinjauan sisi pemerintah daerah dan tinjauan daerah inilah yang akan menjadikan visi misi tersebut bisa terlaksana atau tidak

Visi Misi Sebagai Jawaban Kebutuhan Masyarakat
Apa itu kebutuhan masyarakat? Bagaimana kita menilai itu sebuah kebutuhan masyarakat secara keseluruhan? Bagaimana membuat skala prioritas, analisa kemampuan menjawab kebutuhan masyarakat?

Contoh ada masyarakat memerlukan pembangunan gedung namun ada juga masyarakat tidak memerlukan gedung tapi butuh pendidikan dan sebagian lagi butuh pasar. Bagaimana kita menilai yang paling dibutuhkan dan bisa direalisasikan. Ingat apa yang diinginkan sekarang paling bisa diwujudkan dalam satu tahun ke depan atau paling cepat setengah tahun kedepan

*Keterkaitan antara Visi, Misi dengan Program Unggulan
Biasanya, yang sering ditawarkan paslon dalam Pilkada yaitu, visi, misi dan Program Unggulan. Secara sederahana misi adalah turunan dari visi dan program unggulan adalah turunan dari misi. Hanya itu saja? sebab kadang kita melihat atau mendengar paslon kadang menawarkan Janji Kerja, Paket Kerja, Kegiatan Unggulan, Program Kerja. ~ Apa pula itu

*Visi Misi Harus Mudah Dipahami
Sebagai bahan yang akan dipakai dalam Pilkada. Di dalamnya termuat dua proses yaitu, kampanye dan debat. Visi misi harus mampu melewati hal ini.

Kita sederhanakan. :

  • Untuk bahan kampanye visi misi bisa dimuat di leaflet, mudah disampaikan di media, mudah disampaikan paslon. Terpenting mudah dicerna oleh seluruh lapisan pemilih
  • Untuk Bahan debat. Visi misi harus teruji, berbeda dari paslon lain dan dinilai akademisi atau masyarakat bukanlah janji kosong

VISI MISI SEBAGAI DOKUMEN RPJMD
Berbeda dari visi misi sebagai calon kepala daerah. Visi misi sebagai dokumen RPJMD harus melihat daerah dari sisi pemerintahan saja. Kalau kita melihat visi misi calon kepala daerah di Sumatera Barat yang harus diperhitungkan secara dominan Pemerintah Provinsi Sumbar saja, bukan daerah Sumatera Barat secara utuh

Visi misi kepala daerah akan menjadi dokumen RPJMD sebuah daerah. Dalam penyusunan dokumen RPJMD sebuah daerah, ada beberapa hal yang harus diperhitungkan :

Kelanjutan RPJMD yang harus diperhitungkan adalah

  • Sebagai bagian dalam RPJD sebuah daerah (Dokumen Daerah)
  • Kemampuan SDA, SDM dan keuangan daerah
  • Kerangka keuangan daerah dan proyeksi daerah

Daerah sebagai bagian dari nasional negara.

  • Dokumen yang patut diperhitungkan adalah, RPJMN dan RPJPN
  • Pembagian kewenangan daerah (UU konkuren)
  • Aturan kewenangan daerah (permendagri 90)

Daerah yang memiliki wilayah dengan pemerintahan tersendiri. (Pemprov memiliki kabupaten dan kota, desa atau nagari yang memiliki kewenangan dan otonomi tersendiri)

STRUKTUR VISI, MISI, PROGRAM UNGGULAN
Bagaimana keterkaitan antara visi, misi dan program unggulan. Apa aturannya? apa definisinya? seperti apa aturan keterkaitannya?

DATA DAN FAKTA VISI MISI

  1. Tidak semua orang termasuk ASN yang paham dokumen daerah, walaupun jabatannya setingkat Kepala Dinas
  2. Setiap tingkatan, visi, misi dan turunannya memiliki indikator terukur memiliki kaitan setiap turunan
  3. RPJMD akan dievaluasi setiap tahun dengan capaian indikator yang dibagi menjadi pertahun
  4. Pemilihan kata di visi misi memiliki konsekuensi dan dasar. Contoh pada kata seperti meningkatkan, mengembangkan, menumbuhkan akan menciptakan indikator tersendiri dan harus melihat fakta yang telah ada.
  5. Data dan fakta penyusunan visi misi tidak tersedia dalam satu waktu dan satu lokasi

Semoga ini bisa menjadi referensi agar ketika anda memberikan masukan tentang visi misi paslon, mereka tidak hanya mengangguk, tersenyum atau tertawa. Dalam hatinya…..saya tahu sekarang………

*Tulisan sederhana ini belum selesai. Jika ada waktu kita lanjutkan lagi.

Padang, 12 September 2020.

Tandri Eka Putra
Digital Jurnalis

September 12, 2020